KABAR MADURA | Terdapat 40 pabrikan di Pamekasan yang sudah melakukan aktivitas pembelian tembakau. Namun, dua pabrikan nasional di antaranya kesulitan mendapatkan tembakau dari petani. Hal ini dipicu lantaran harga pembeliannya hanya berkisar di antara Rp47 ribu hingga Rp67 ribu.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Raihan Akbar mengatakan, dua pabrikan yang kesulitan membeli tembakau, yakni Grendel dan Gudang Garam. Sementara untuk pabrikan nasional lainnya bisa bersaing dengan pabrikan lokal dalam menetapkan harga.
Sekadar diketahui, Grendel dan Gudang Garam sudah membuka pembelian tembakau sejak 26 Agustus 2024 lalu.
“Mereka tidak dapat barang (tembakau), karena harga pembelian mereka terlalu rendah, sedangkan di luar terlalu tinggi pembeliannya,” ujarnya, Minggu (2/9/2024).
Raihan menyebut, pabrikan nasional sudah menyerap 56.146 bal, dengan asumsi 40 kilogram per bal, maka jumlah totalnya 2.245.840 kilogram. Sedangkan untuk pembelian pabrikan lokal mencapai 13.345 bal, yakni 533.720 kilogram. Adapun untuk pembelian pribadi totalnya 59.943 bal atau 2.397.720 kilogram. Sehingga total secara keseluruhan 129.432 bal atau 5.177.280 kilogram.
Dia juga menjelaskan, terdapat sejumlah pabrikan yang masih menerima penjualan berbasis kemitraan, di antaranya PT Shadana Arif Nusa dan Aliance One Indonesia. Sedangkan, pabrikan Sukun hanya membeli tembakau gunung dan sesuai dengan kualitas tembakau yang ada.
“Jadi rata-rata pabrikan nasional tampaknya kurang begitu bergairah, mungkin di awal-awal September ini (jadi bergairah),” imbuhnya. (rul/zul)





