KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengklaim stabilitas kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan yang lainnya masih aman. Kendati begitu, warga meminta pemkab tetap aktif melakukan pengawasan di lapangan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar meminta masyarakat untuk tidak panik. Terkait keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan solar, dipastikan sudah menjadi perhatian Pemkab Sumenep.
“Antisipasinya, kami coba koordinasi dengan pihak Pertamina, untuk bisa ada tambahan kuota, setidaknya sampai akhir Desember nanti,” kata Dadang.
Saat ini sedang diupayakan meminta tambahan distribusi bio solar untuk wilayah Sumenep. Setidaknya agar bisa terpenuhi hingga di penghujung Desember 2024 nanti. Terlebih, pihaknya mendapatkan informasi bahwa pada sejumlah titik SPBU terpaksa mengalami kemacetan akibat antrian untuk mendapatkan jenis BBM tertentu (JBT).
“Karena memang ada sebagian SPBU itu dikurangi kuotanya, itu lantaran melanggar penjualan, seperti menggunakan jeriken, karena pihak pertamina sendiri memasang pemantau di setiap pom bensin,” imbuhnya.
Karena menurutnya, hingga September 2024 ini, masih 60 persen bio solar sudah terdistribusikan kepada masyarakat setempat.
“Sekarang kan sudah menuju akhir tahun, jadi sebetulnya, kuotanya masih cukup, dan kami rasa akan cukup ke tutup tahun,” paparnya.
Sementara untuk pengawasan terkait dengan hal itu, Pemkab Sumenep tidak mampu berbuat banyak, apalagi Pertamina mempunyai tim pengawas sendiri untuk memaksimalkan pendistribusian BBM tersebut.
Salah satu warga Sumenep, Yusuf, mengatakan bahwa memang diperlukan adanya tim khusus untuk melakukan pemantauan agar pendistribusian mudah dan sesuai ketentuan, termasuk adanya kelangkaan misalnya.
“Sebab ada salah satu pom itu yang antreannya panjang untuk mengisi solar, nah ini perlu adanya pengawasan secara ketat,” kata dia.
Artinya, barang yang bersubsidi itu cenderung diakali sehingga perlu pengawasan lebih intensif, sebab di beberapa pom lain justru sulit untuk menemukan BBM khusus solar.
“Maka itu perlu adanya pengawasan dari semua pihak,” imbuhnya. (ara/waw)





