Pengamat: Pembahasan Paslon Pilkada Sumenep Melebar, Gagasan Tidak Menonjol

KABAR MADURA | Pembahasan dalam debat perdana calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Sumenep masih dinilai terlalu umum. Debat yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep tersebut digelar Aula Tuan Ghube Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Sabtu (26/10/2024).

Menurut pengamat politik Sumenep, Wildan Rosaili, karena tema terlalu universal, sehingga berakibat pada pembahasan dari kedua pasangan calon (paslon) melebar.

“Mestinya tim panelis sudah menentukan tema, sehingga pada tahapan debat dari pertama hingga berikutnya terstruktur pembahasannya,” kata dosen ilmu politik di Universitas Wiraraja (Unija) Madura itu.

Jika jelas temanya, misalnya tentang ekonomi dan pembangunan, sehingga jelas secara konkret seperti persoalan yang dihadapi selama ini, bagaimana solusi dan gagasan inovatif selama 5 tahun ke depan.

Juga soal kemiskinan, yang secara detail tidak dideskripsikan bagaimana mengurai langkah efektif dan inovatif dalam menanggulangi persoalan tersebut. Tidak ada rekomendasi kebijakan yang nyata. Termasuk juga pembahasan tentang reformasi birokrasi juga belum terbahas secara detail.

“Tadi malam bahas soal lingkungan, pendidikan, kemiskinan, daratan dan kepulauan. Melebar ke mana-mana, sehingga poin pentingnya tidak ada kan,” imbuhnya.

Dia juga memberikan penilaian terhadap gagasan kedua paslon. Nomor urut 01 unggul pada komitmen kepercayaan publik tetapi belum kuat dalam menonjolkan strategi inovatif implementatifnya.

“Sementara paslon 02 unggul dalam pengolahan atau elaborasi data-datanya, tetapi keberlanjutannya juga lemah rencana inovasi berikutnya. Target jangka pendek dan panjangnya belum diketahui itu apa saja,” pungkasnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *