Komunitas Penggemar Jaran Serek Sumenep Samakan Misi Lestarikan Jaran Serek

Berita, News112 views

KABAR MADURA | Jaran Serek atau kuda menari merupakan salah satu kebudayaan yang terus dipertahankan di Sumenep. Selain menjadi hiburan, jenis kuda ini konon juga sebagai peliharaan para raja-raja Sumenep.

Wakil Ketua Komunitas Penggemar Jaran Serek Sumenep Venus Femaru mengakui bahwa pagelaran Jaran Serek tidak sakral lagi seperti dulu. Saat ini lebih sering dijadikan hiburan semata. Biasanya, untuk menjadi hiburan pengiring acara warga, seperti resepsi pengantin dan lainnya.

Meski dalam sejarahnya, kuda yang dikenal sebagai kendaraan terbaik itu mampu menghibur raja dan menjadi sajian hiburan masyarakat pada acara tertentu.

Saat ini, selain sebagai pengiring pengantin, biasanya jadi hiburan pada karnaval di lembaga-lembaga pendidikan. Tetapi yang lumrah hanya diadakan di pelosok desa saja.

“Itu sejak zaman Arya Wiraraja sudah menjadi hiburan dan peliharaannya, dan masyarakat Sumenep tetap menikah hobi tersebut,” kata dia.

Padahal, harga kuda yang sudah mahir menari atau dengan kualitas terbaik, bisa bernilai Rp90 juta. Sedangkan yang baru terlatih tetapi sudah bisa digunakan berkisar di angka Rp30 juta.

Saat ini, pelestari kebudayaan ini telah membentuk komunitas. Sudah terkumpul ratusan kuda terlatih. Mereka terus merawat hobi itu meskipun biaya pemeliharaannya  cukup mahal.

“Ada ratusan kuda di Sumenep, itu perlu terus disamakan misi, yakni melestarikan budaya memelihara kuda, itu budaya positif bagi kami,” imbuh dia.

Saat dilibatkan menjadi bagian dari acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, hal itu merupakan apresiasi yang luar biasa bagi para komunitas Jaran Serek ini.

“Kami sangat berterima kasih, dan semoga ke depan event serupa terus diselenggarakan, itu tidak pernah terjadi di sebelum-sebelumnya,” pungkasnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *