KABAR MADURA | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pamekasan gencar melakukan rapat koordinasi dalam optimalisasi kampung keluarga berkualitas (KB) untuk penurunan angka stunting, Jumat (22/11/2024).
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan kecamatan, perwakilan desa, perwakilan kelurahan dan perwakilan PPKK di Bumi Pamelingan.
Kepala DP3AP2KB Pamekasan Munapik menyampaikan, penekanan angka stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan harus ada kolaborasi dari berbagai pihak. Hal itu agar supaya program yang dijalankan baik sensitif atau spesifik bisa berjalan dengan maksimal.
Di samping itu, Munapik menegaskan, keberadaan kampung KB di 178 desa dan 11 kelurahan di Pamekasan penting dimaksimalkan untuk menjadi bagian dalam menekan angka stunting.
“Seiring berjalannya waktu konsep kampung KB yang diharapkan masyarakat bisa mandiri, tentram dan bahagia, artinya hidupnya berkualitas. Dengan adanya kampung KB diharapkan tidak terjadi stunting di lingkungannya,” ungkapnya.
Diakuinya, adanya kampung KB hasil dari kolaborasi berbagai pihak, maka dalam realisasinya perlu kerja sama dari semua pihak, utamanya dalam membawa warganya untuk hidup lebih mandiri dan berkualitas, sehingga tidak ditemukan warga yang terindikasi stunting.
“Semua desa dan kelurahan itu sudah memiliki kampung KB,” urainya.
Dijelaskannya, para pihak yang memiliki kebijakan diharapkan bisa meningkatkan komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam penyelenggaran program KB, terlebih bisa meningkatkan pemahaman tentang optimalisasi penyelenggaraan kampung KB, agar tujuan bersama dalam mendorong kehidupan yang berkualitas bisa tercapai.
“Angka stunting di Pamekasan 2,6 persen, syukur-syukur angka penurunan stunting bisa turun lagi di 2025, harapannya kampung KB menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan penurunan stunting, kami harap sinergitas semua pihak dalam menurunkan angka stunting ini bisa terealisasi maksimal,” teranganya. (rul/pin)





