KABAR MADURA | Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep memastikan bahwa usulan jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.
Kepala Dinsos P3A Sumenep Mustangin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Erwin Hendra mengatakan, pada 2024, keluarga penerima manfaat (KPM) BLT DBHCHT sebanyak 3.150 keluarga. Sementara tahun ini, pihaknya mengusulkan 5.000 keluarga untuk menerima bantuan tersebut ke Menteri Keuangan (Menkeu) RI.
“Itu kan belum separuhnya (jumlah petani tembakau di Sumenep), tetapi jika pengajuan kami (tahun ini) disetujui, maka itu minimal sangat membantu, karena lebih banyak yang terkaver,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (22/1/2025).
Pihaknya sangat optimistis penambahan KPM BLT DBHCHT 2025 akan terwujud. Sebab, ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dari Menkeu RI untuk BLT DBHCHT 2024 lalu. Erwin menghitung dari 5.000 KPM itu akan membutuhkan anggaran Rp4,5 miliar.
“KPM sebanyak 5.000 itu untuk dua kategori, yaitu buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok,” imbuhnya.
Mengenai jumlah KPM dari masing-masing kategori itu, Erwin belum bisa memastikan, lantaran itu tergantung pengajuan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Kami hanya mengusulkan ke Menkeu. Kalau diterima, ya syukur, karena manfaatnya bisa diterima oleh lebih banyak orang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, program tersebut memang dikhususkan untuk buruh tani atau petani tembakau. Pihaknya berharap tahun ini jumlah penerimanya bertambah.
“Kami menginginkan jumlahnya bisa bertambah dari tahun-tahun sebelumnya,” sebutnya. (ara/zul)





