Batasan usia tidak menjadi alasan untuk aktif berproses, apalagi dimulai sejak dini tentu lebih baik. Momentum itu dimanfaatkan dengan baik oleh atlet muda Sumenep, Moh. Fatah Kholilul Rahman. Berkat kegigihannya, dia berhasil dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putra di Kejuaraan Seni Pencak Silat Tradisional Indonesia.
MOH RAZIN, SUMENEP
Dalam sebuah kejuaraan yang luar biasa, atlet muda berbakat asal Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Cabang Sumenep, Moh. Fatah Kholilul Rahman, berhasil dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putra di Kejuaraan Seni Pencak Silat Tradisional Indonesia yang digelar di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Senin (27/1/2025).
Prestasi ini diraih setelah Fatah sukses menyabet medali emas di kelas pra remaja putra, mengalahkan sejumlah lawan tangguh dari berbagai daerah. Keunggulan teknik, ketepatan gerakan, dan aura percaya diri yang terpancar dari aksinya, memukau para juri hingga membuatnya berdiri di puncak penghargaan.
Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Iman Syafi’i menyambut prestasi ini dengan bangga. Bahwa melalui dunia bela diri selain untuk melindungi diri juga bisa jadi ajang mengharumkan Sumenep ini.
“Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan besar bagi kami sebagai keluarga besar PSN Perisai Putih Sumenep. Menjadi pesilat terbaik di ajang nasional adalah pencapaian yang luar biasa,” ungkapnya.
Namun, keberhasilan Fatah hanyalah salah satu dari sederet prestasi yang diraih PSN Perisai Putih Sumenep di kejuaraan ini. Dari total enam atlet yang dikirim, tiga di antaranya berhasil membawa pulang medali satu emas dan dua perunggu.
“Setiap gerakan yang mereka tampilkan adalah hasil kerja keras berbulan-bulan. Kami sangat bangga karena perjuangan mereka tidak sia-sia,” tambah Imam.
Imam berharap, prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan mengejar mimpi hingga ke pentas internasional.
“Keberhasilan Fatah Kholilul Rahman dan tim PSN Perisai Putih ini tak hanya mengharumkan nama Sumenep, tetapi juga menjadi bukti bahwa pencak silat tradisional terus berdenyut kuat sebagai warisan budaya yang berkelas dunia,” pungkasnya. (waw)





