Hati-hati Gagal Panen, Dewan Minta DKPP Pamekasan Tidak hanya Klaim Bisa Panen Dua Kali Setahun

Uncategorized119 views

KABAR MADURA | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan mencatat, terdapat 1.000 dari 32 ribu hektare lahan yang memungkinkan dapat dilakukan penanaman padi dua kali dalam setahun.

Plt Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini mengungkapkan, penanaman padi hingga dua musim bisa dilakukan oleh petani, namun hal itu hanya berlaku untuk area sawah di lahan irigasi.

Menurutnya, ada dua lokasi utama yang memungkinkan sistem tanam dua kali, yaitu di daerah  Kecamatan Proppo dan Pademawu.

“Untuk bisa tanam dua kali, yaitu harus ada sawah di lahan irigasi. Kami catat lokasinya ada di Desa Samiran dan Pademawu,” ungkapnya, Kamis (6/5/2025).

Menurutnya, penanaman padi tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras di lingkup Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalan Panglima Sudirman, Polres Pamekasan: Penumpang Tewas Terlindas Truk!

Untuk itu, Indah berjanji akan memberikan pendampingan khusus bagi petani yang bisa tanam padi dua kali di tahun ini. Sehingga penanaman padi yang dilakukan bisa membuahkan hasil maksimal.

“Di tahun ini, kami akan upayakan ada pendampingan bagi mereka. Apalagi lahan pertanian dimaksimalkan untuk tanam padi lebih dari satu kali,” tambahnya.

Indah mengakui bahwa di Pamekasan, petani hanya mampu menanam padi sekali tidak lebih dari dua kali dalam setahun. Keterbatasan itu, diakunya, karena faktor perubahan iklim. “Hanya dua kali targetnya, tidak sampai  tiga kali,”jelasnya.

Indah mengatakan, dalam proses tanam padi dua kali, pemerintah biasanya memberikan dukungan berupa memfasilitasi bantuan, seperti mesin pompa air, dan lainnya. Namun hingga saat ini, bantuan tersebut belum ada informasi lebih lanjut. “Belum ada kepastian,” pungkasnya.

Baca Juga:  6 Warga Pamekasan Jadi Korban Ledakan Petasan, Satu Alami Amputasi

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Tabri meminta DKPP tidak hanya mengklaim bahwa petani dapat melakukan tanam dua kali dalam setahun. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan semua komponen agar petani tidak menanggung resiko gagal panen.

“Jangan hanya klaim bisa tanam dua kali. Untuk dapat menanam dua kali dan menghasilkan produksi padi yang bagus banyak yang perlu diperhatikan, salah satunya ketersediaan sumber daya air, persediaan pupuk, alat sistem pertanian, dan lainnya,” katanya.

Tabri pun mengungkapkan bahwa rata-rata lahan pertanian di Pamekasan merupakan lahan tadah hujan. Selain itu, petani juga memiliki kecenderungan, pada tanam kedua biasanya memilih untuk menanam tembakau. 

“Karena keekonomiannya lebih menjanjikan. Jadi jangan anggap enteng, takut gagal panen,” tegasnya. (KM62/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *