KABAR MADURA – Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini pesimis dapat memenuhi target pengadaan atau serapan gabah pada tahun ini karena kebiasaan petani tidak menjual hasil panennya dan cuaca yang kurang mendukung.
Indah mengatakan, dari target produksi panen musim ini sekitar 176.111 ton, maksimal gabah yang bisa diserap hanya 5 persen.
“Kita tidak bisa menargetkan potensi gabah yang bisa diserap. Karena mayoritas hasil panen tidak ada yang dijual, jadi hasil panennya dimanfaatkan oleh petaninya sendiri,” katanya, Minggu (9/5/2025).
Indah menyebut, jika pembelian gabah di Pamekasan meningkat, maka dipastikan gabah tersebut dipasok dari luar Madura. “Menimbun hasil panen itu sudah menjadi pola petani di Pamekasan. Mungkin ada sedikit yang dijual dan itupun tidak signifikan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Indah berjanji akan mendukung kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) yang diatur dalam Keputusan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Nomor 2 Tahun 2025.
“DKPP sudah menjalin komunikasi dengan Bulog, tapi tidak berfokus pada pembahasan gabah,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Madura Ahmad Rofi’i mengatakan, hingga saat ini target pembelian gabah masih dalam tahap pembahasan.
Dia pun menyebutkan bahwa pembelian gabah yang berhasil dilakukan, akan diarahkan ke Kabupaten Bojonegoro, yang sudah memiliki sentra penggilingan padi (SPP).
Dibandingkan 2024 lalu, harga pembelian gabah mengalami kenaikan, mulai dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram. “Pembelian gabah kering panen (GKP) pada tahun ini naik Rp500,” ungkapnya. (KM62/din)





