KABAR MADURA | Badan Pertanahan Negara (BPN) Pamekasan merencanakan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) 2025 sebanyak 25 ribu sertifikat. Meski demikian, pada program PTSL 2024, terdapat 40 persen atau sekitar 13 ribu sertifikat tanah yang tercakup pada program tersebut belum diserahkan kepada warga yang berhak.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) BPN Pamekasan Giono menyampaikan, rencana PTSL 2025 sudah dipastikan akan tetap berlanjut, dengan proyeksi 25 ribu sertifikat. Jumlah tersebut bisa saja berkurang, karena bisa terdampak efisiensi anggaran, Namun secara detail berapa jumlah yang akan diefisiensi belum ada keputusan.
“Jadi dari 25 ribu itu akan ada pengurangan target, tapi kami masih menunggu surat resmi dari kementerian,” papar Giono, Selasa (11/2/2025).
Untuk PTSL 2024 terdapat 33.530 sertifikat yang diselesaikan. Namun dari jumlah tersebut, belum sepenuhnya berada di tangan warga, ada 40 persen atau sekitar 13 ribu sertifikat masih di BPN Pamekasan, karena ada beberapa administrasi yang belum dituntaskan.
“Untuk di aplikasi sudah aman, tetapi untuk penyerahan memang ada beberapa administrasi yang belum dilengkapi, sehingga jika sudah selesai administrasinya nanti akan diserahkan secara keseluruhan,” ungkapnya.
Masalah belum diserahkan sertifikat itu secara umum berada pada ada perbedaan nama dan ada beberapa berkas yang belum ditandatangani, baik dari pemohon atau dari beberapa perangkat desa.
“Kalau administrasi itu sudah dicukupi, maka kami akan bagikan keseluruhan, paling tidak nanti akhir Februari, yang jelas kekurangan berkas itu harus dilengkapi,” imbuhnya. (rul/waw)





