KABAR MADURA | Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep harus serius dalam memperbaiki fasilitas objek wisata. Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samioeddin, Rabu (12/2/2025).
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, fasilitas penunjang di setiap wisata itu diperhatikan, seperti infrastruktur jalan menuju ke lokasi wisata milik jangan dibiarkan rusak. Sebab, itu akan berdampak pada jumlah pengunjung.
“Misal akses ke pantai Lombang, bisa dirasakan sendiri oleh masyarakat yang mau liburan ke sana, termasuk fasilitasnya juga harus dibenahi,” ungkapnya.
Pemerintah daerah jangan berharap akan mendapatkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata apabila fasilitas penunjangnya diabaikan.
“Harus serius memberikan perhatian, fasilitas harus terus diperbaiki dan ditambah,” tegas Samioeddin.
Kepala Disbudporapar Sumenep Mohamad Iksan mengutarakan, tahun ini pemerintah daerah tidak memiliki banyak anggaran untuk untuk penambahan atau perbaikan fasilitas tempat wisata. Pihaknya hanya menyediakan anggaran hampir Rp200 juta untuk pemeliharaan objek wisata. Itu pun hanya dikhususkan untuk Pantai Lombang.
“Anggaran itu akan dipergunakan untuk memperbaiki sejumlah kerusakan sarana prasarana,” ujar Iksan.
Namun, anggaran itu bukan hanya untuk kegiatan rehab fasilitas saja. Melainkan, kata Iksan, juga untuk perencanaannya.
“Itu sudah ikhtiar kami, setiap tahun pasti ada pemeliharaan fasilitas,” pungkasnya. (ara/zul)





