Bung Karno dan Sejarahnya Menggema di Pendapa Keraton Sumenep

Berita57 views

KABAR MADURA | Memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus memasuki Bulan Bung Karno, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumenep menggelar kegiatan penghormatan dan doa bersama untuk Sang Proklamator, Ir. Soekarno, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Sumenep. Pusat acara berlangsung di Pendapa Agung Keraton dan diikuti secara bersamaan di pendapa 27 kecamatan se-Sumenep. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Kalender Even Sumenep 2026.

Ketua Panitia, Alif Rofiq, menyampaikan dalam laporannya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Bung Karno sebagai tokoh proklamator sekaligus penggali Pancasila yang pemikiran dan perjuangannya masih relevan hingga saat ini.

“Momentum awal bulan Juni ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sekaligus merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang beliau wariskan. Semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme harus terus hidup di kalangan pemuda,” paparnya.

Sementara itu Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan tersebut, khususnya sebagai penggagas kegiatan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada DPD KNPI Sumenep beserta seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semangat memperingati Bulan Bung Karno harus menjadi energi positif untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kebangsaan,” jelasnya.

Bupati Fauzi menjelaskan, Bulan Bung Karno akan diperingati selama satu bulan penuh melalui berbagai kegiatan yang bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, meskipun Bung Karno telah lama meninggalkan bangsa Indonesia, namun gagasan, pemikiran, dan semangat perjuangannya tidak pernah padam. Bahkan hingga saat ini, banyak pemikiran Bung Karno yang masih menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Refleksi terhadap pemikiran Bung Karno menjadi sangat penting. Beliau memang telah wafat, tetapi gagasan dan api perjuangannya tetap hidup dan menjadi falsafah yang digunakan bangsa Indonesia hingga hari ini,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, Indonesia dibangun di atas keberagaman. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjalankan keyakinan dan kehidupannya secara damai.

Baca Juga:  Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

Kata Bupati Fauzi, Sumenep menjadi salah satu contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dengan baik. Beragam suku, budaya, bahasa, hingga agama hidup berdampingan secara harmonis di wilayah paling timur Pulau Madura tersebut.

“Sumenep memberikan teladan bagi Nusantara. Di sini rumah-rumah ibadah berdiri berdampingan dan masyarakat hidup rukun. Kita memiliki banyak pulau, budaya, dan bahasa, namun tetap bersatu dalam semangat kebersamaan. Inilah jalan menuju persatuan Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fauzi menekankan, kegiatan refleksi Bulan Bung Karno ditujukan khusus kepada generasi muda agar mampu menjadikan pemikiran dan gagasan Bung Karno sebagai inspirasi dalam membangun daerah dan bangsa.

“Generasi muda harus menjadikan semangat Bung Karno sebagai pemicu untuk memajukan Sumenep dan Indonesia. Membangun memang tidak mudah, tetapi mempertahankan hasil pembangunan juga tidak kalah sulit. Karena itu semangat perjuangan harus terus dijaga,” pungkasnya. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *