KABAR MADURA | Tahun ini, dana hibah pendidikan untuk proyek fisik di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan itu menyentuh sekitar Rp2 miliar.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, anggaran hibah pendidikan itu disediakan setiap tahun. Prioritas peruntukannya khusus untuk pembangunan fisik di sekolah-sekolah swasta.
“Anggaran itu memang disediakan setiap tahun, tapi jatah tahun ini berkurang,” ujar Agus saat dihubungi Kabar Madura, Minggu (16/2/2025).
Anggaran hibah pendidikan itu tahun ini lebih kecil dari sebelumnya, yakni hanya Rp9,1 miliar. Sementara pada 2024 lalu sebesar Rp11 miliar. Menurut Agus, realisasi dana yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk pendidikan itu dibagi menjadi dua tahap.
“Saat ini masih belum tahapan, paling pengajuan dulu sementara ini,” tegasnya.
Disdik Sumenep bertanggung jawab penuh atas anggaran tersebut. Pencairannya dibagi beberapa termin, setiap termin harus menyelesaikan laporan sebagai syarat pencairan.
Berhubung pencairannya berbasis termin, kata Agus, biasanya menunggu setiap tahapan demi tahapan rampung, sehingga otomatis segera cair untuk termin selanjutnya.
“Anggaran itu berkurang setiap tahunnya, tahun-tahun sebelumnya pernah sampai Rp19 miliar, tahun ini hanya Rp9 miliar lebih,” pungkasnya. (ara/zul)





