Dinas PUTR Sumenep Bakal Kembali Coret Sejumlah Proyek Imbas Efisiensi Anggaran

News103 views

KABAR MADURA | Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep harus merombak atau menyusun ulang rencana pembangunan infrastruktur imbas efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Akibatnya, beberapa proyek, seperti pembangunan drainase masuk dalam daftar yang akan dihapus, setelah sebelumnya 9 proyek infrastruktur jalan dan irigasi yang sudah selesai lelang dini dibatalkan.

“Saat ini proyek itu sudah masuk pada daftar yang akan dihapus juga, karena masuk pada anggaran specific grant,” kata Kadis PUTR Sumenep Eri Susanto melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dedi Falahuddin, Senin (17/2/20225).

Baca Juga:  Tekanan Fiskal dan Batas Belanja Pegawai, Bangkalan Dipastikan tanpa Rekrutmen ASN Tahun 2027

Menurutnya, saat ini dalam pembahasan. Mengenai detailnya, menunggu hasil pembahasan. Kendati demikian, pihaknya berharap, proyek drainase tidak dihapus. Setidaknya dipangkas saja, sebab proyek itu dinilai sangat penting.

“Anggaran proyek itu senilai Rp3 miliar yang akan menyasar di daerah perkotaan,” tegasnya.

Dedi mengutarakan, selain drainase, yang saat ini masuk daftar dihapus yakni proyek paving dengan anggaran Rp400 juta. “Jika semua program yang sudah dianggarkan pada APBD 2025 dapat dihapus, maka tentu kami tidak ada yang dikerjakan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Wiwid Harjoyudanto menegaskan, meskipun saat ini ada efisiensi anggaran, khusus proyek drainase akan diperjuangkan agar tidak dihapus. Sebab, kata Wiwid, Kabupaten Sumenep sudah menjadi langganan banjir dan genangan.

Baca Juga:  Pererat Silaturrahmi dengan Halalbihalal, PKDI Sumenep Punya Tantangan Pascaefisiensi Anggaran

“Semakin tidak adanya proyek itu, kami kira persoalan banjir dan genangan dapat terjadi lagi,” tegas dia.

Menurutnya, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dapat mempertahankan, agar proyek tersebut tidak dihapus dengan alasan yang sangat logis. Jika perlu, pihaknya akan memanggil OPD teknis tersebut dalam waktu dekat. (imd/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *