KABAR MADURA | Dalam dua pekan terakhir, dari hasil pemetaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, terjadi deflasi terhadap beberapa bahan pokok, atau nilai harganya turun. Meski demikian, memasuki bulan puasa Ramadan mendatang diprediksi lebih stabil.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan Bachtiar Effendi menyampaikan, kestabilan bahan pokok di bulan puasa itu hasil pemetaan dengan cara meeting high level dengan beberapa instansi.
“Jika melihat kondisi bulan puasa tahun kemarin kenaikan harga perlu diwaspadai, tapi terkait dengan kestabilan bahan pokok sepertinya akan stabil, karena berbarengan dengan panen raya,” paparnya, Rabu (19/2/2025).
Indeks harga bahan pokok di Pamekasan setiap pekannya cukup fluktuatif, kadang terjadi deflasi dan inflasi. Tetapi angkanya masih di batas toleransi.
“Kami lihat di 2 minggu terakhir ini, posisi indeks harga Pamekasan mencapai angka deflasi, jadi minus angka 2,17 seiring dengan menurunnya bahan pokok. Jadi 2,17 berdasarkan data dari BPS, kami hanya baca data itu, berdasarkan dari harga harian yang diupdate oleh Disperindag Pamekasan,” imbuh Bachtiar.
Beberapa bahan pokok yang harganya masih fluktuatif, di antaranya; bawang merah, cabai, dan kentang, serta beberapa komoditas lain.
“Artinya pemerintah daerah tetap menjaga stabilitas harga, walaupun deflasi tidak terlalu mendalam, ketika terjadi inflasi tidak terlalu, jadi masih di batas kewajaran,” terangnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Siti Saleha menyampaikan, harga bahan pokok di pasaran memang sering mengalami kenaikan dan penurunan, tetapi untuk pada pekan ini harga cabai mulai turun. Beberapa stok bahan pokok lainnya juga dimungkinkan banyak tersedia.
“Kalau terjadi inflasi tidak mungkin, karena harga-harganya stabil, cabai rawit yang awalnya harga Rp100 ribu ada penurunan,”imbuhnya. (rul/waw)





