Laskar Indonesia Temukan Pengadaan APE PAUD Fiktif di Sampang

News, Pendidikan193 views

KABAR MADURA | Laskar Indonesia menemukan adanya dugaan pengadaan Alat Peraga Edukasi (APE) di beberapa sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang yang diduga fiktif.

“Salah satunya di sekolah (PAUD) di Kecamatan Sokobanah dan ada beberapa di kecamatan lainnya, terkait realisasi APE PAUD yang diduga fiktif,” kata Ketua Laskar Indonesia Ali Muhtar pada Harian Pagi Kabar Madura, Minggu (23/2/2025).

Muhtar mengatakan, untuk melancarkan aksinya, oknum guru PAUD di salah satu lembaga itu membuat proposal pengadaan APE dan laporan pertanggungjawaban (LPj) ke Disdik Sampang dibantu oleh koordinator kecamatan.

Baca Juga:  Hardiknas 2026 di Sampang, Wabup Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Dirinya pun mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Disdik Sampang. Sayangnya, hingga kini belum mendapatkan respon lebih lanjut dari dinas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) PAUD Disdik Sampang Dewi menyampaikan, sejauh ini belum pernah ada temuan kasus pengadaan APE fiktif.

Pihaknya juga mengaku tidak tahu, dikarenakan pengajuan pengadaan APE itu terbuka bagi semua pihak asalkan mengisi syarat-syarat yang ada di DAPODIK.

“Pengadaan APE ada tiga sumber, bisa dari anggaran pemerintah pusat, dana aspirasi dari DPRD dan anggaran sekolah. Untuk mengetahui berapa jumlah sekolah yang mengadakan APE, saya harus buka datanya dulu,” ujarnya.

Baca Juga:  Disdik Sampang Resmi Buka O2SN 2026 Tingkat SMP, Dorong Sportivitas dan Prestasi Pelajar

Dewi mengatakan, selama dirinya menjabat, tidak ada istilah koordinator kecamatan, yang ada hanya komunitas di setiap kecamatan untuk mewadahi pembahasan untuk meningkatkan kompetensi anak usia dini.

Dewi menghimbau kepada semua pihak untuk tidak percaya kepada orang yang mengaku bisa melancarkan pengajuan bantuan sekolah khususnya jenjang PAUD.

“Memang saya mendapat informasi ada orang yang mengaku dapat melancarkan proses pengadaan bantuan di sekolah PAUD ini, namun saya pastikan itu tidak benar dan jangan di dengarkan,” pungkasnya. (KM91/sub/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *