KABAR MADURA | Harga LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di sejumlah desa di Sampang mengalami kenaikan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Chairijah menyebutkan, penyebab utama harga LPG 3 kg yang melebihi HET adalah faktor distribusi dari pangkalan ke pengecer.
Pihaknya menegaskan akan terus melakukan monitoring penyaluran LPG kg, khususnya di bulan Ramadan dan Idulfitri 1446 H/2025 M. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasokan maupun harga LPG 3 kg tetap mencukupi kebutuhan masyarakat dan berada pada HET yang berlaku.
Dia menyebut, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukannya, di beberapa tempat masih terbilang aman dan harganya masih normal. “Rata-rata dijual dengan harga Rp18 ribu dan paling tinggi Rp20 ribu,” ucapnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mengawasi distribusi LPG 3 kg agar aman terkendali dari lonjakan harga yang tidak wajar. “Kami rutin melakukan pemantauan ke agen dan pangkalan resmi untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan sesuai aturan,” ujarnya.
Salah satu warga Muizzah mengungkapkan bahwa harga LPG 3 kg di desanya bisa mencapai Rp20 ribu per tabung. Lebih mahal dibandingkan harga resmi, yakni Rp18 ribu.
“Kami memaklumi, dan mau tidak mau harus membeli dengan harga Rp20 ribu. Mungkin, hal ini karena biaya transportasi dari pangkalan ke pengecer yang menyebabkan harga naik,” ujarnya. (KM90/sub/din)





