Harga Daging Sapi dan Cabai di Pamekasan Naik Jelang Iduladha 1447 H

Ekonomi, Headline45 views

KABAR MADURA | Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sejumlah harga bahan pokok di Pamekasan mulai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut terpantau di dua pasar tradisional utama, yakni Pasar Kolpajung dan Pasar 17 Agustus, yang rutin dipantau oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdurrahman Nahrul, melalui Analis Perdagangan Ahli Pertama, Rifaus Silviani, mengatakan bahwa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah daging sapi.

Menurutnya, harga daging sapi yang sebelumnya berada di kisaran Rp110 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp130 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga sapi hidup menjelang Iduladha.

“Menjelang Hari Raya Iduladha ini, sapi hidup ada kenaikan harga, jadi imbasnya ke daging sapi juga ikut naik,” ungkap Rifa, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:  Sidak Gas Elpiji 3 Kg di Pamekasan, Pangkalan Beberkan Penyebab Kelangkaan

Selain daging sapi, cabai rawit juga mengalami kenaikan harga. Dari sebelumnya Rp65 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Rifa menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca yang kurang mendukung proses produksi. Di sisi lain, sebagian petani mulai beralih mempersiapkan lahan untuk musim tanam tembakau.

“Cuaca sekarang memang kurang mendukung untuk kegiatan produksi. Selain itu, petani bersiap untuk masa tanam tembakau. Untuk masa-masa ini ada peralihan dari yang awalnya menanam cabai, sekarang menanam tembakau,” tambahnya.

Baca Juga:  Temuan Sidak Pangkalan di Pamekasan: Usaha Laundry Gunakan Elpiji Subsidi

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas pangan, harga telur ayam justru mengalami penurunan. Harga yang sebelumnya berkisar Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp25 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Disperindag Pamekasan terus melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar pantauan setiap hari.

“Saat ini yang kami lakukan adalah pemantauan rutin setiap hari. Jika nanti harga bahan pokok mengalami fluktuasi terlalu tinggi, kami akan langsung berkoordinasi dengan daerah lain untuk mendatangkan barang ke daerah kami, sehingga stok aman dan harga tetap terkendali,” tutupnya. (km96/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *