KABAR MADURA | Dua tahun mati suri, organisasi suporter Trunojoyo Mania (Truman) seolah tenggelam dalam bayang-bayang masa lalunya. Namun, di saat harapan hampir sirna, muncul sosok yang menjadi harapan baru bagi Trunojoyo Mania.
Abdul Halim, dengan tekad yang kuat dan semangat pantang padam, dia berjuang tanpa pamrih untuk menghidupkan kembali organisasi ini. Bukan karena imbalan atau popularitas, tetapi murni karena kecintaannya terhadap Persesa dan tanah kelahirannya, Kabupaten Sampang.
ACH. BARISI, SAMPANG
Abdul Halim Alfarisi lahir di Sampang pada 27 Agustus 1990. Sejak kecil, dia sudah menunjukkan hobi yang besar terhadap sepak bola. Kecintaannya terhadap olahraga ini semakin berkembang seiring waktu.
Perjalanannya mengenal dunia sepak bola dan budaya suporter dimulai pada tahun 2004, ketika pindah ke Jakarta. Di Ibukota, Halim mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan suporter dan akhirnya bergabung dengan The Jakmania, kelompok pendukung setia Persija Jakarta.
Dua tahun kemudian, pada 2006, Halim resmi menjadi anggota The Jakmania setelah mendapatkan kartu keanggotaan. Keberadaannya di komunitas ini semakin memperdalam pemahamannya tentang budaya suporter, solidaritas, serta fanatisme dalam mendukung tim kesayangannya di setiap pertandingan.
Berawal dari itu,tahun 2017 menjadi babak baru dalam perjalanannya sebagai suporter. Halim kembali ke Sampang dan jadi perkenalannya pertama kali dengan Persesa Sampang dan Truman.
Tanpa berpikir panjang, dengan semangat dan motivasi tinggi untuk mengharumkan nama Sampang melalui dunia suporter olahraga, dia bergabung dalam kepengurusan Truman.
Dedikasinya yang luar biasa menjadikannya sosok yang selalu berada di garda terdepan. Hingga akhirnya, di tahun yang sama, Halim diangkat sebagai dirigen Truman, sebuah amanah yang diembannya hingga tahun 2023.
Truman Mati Suri, Dua Tahun dalam Kegelapan
Namun, perjalanan Truman tidak selalu berjalan mulus. Cobaan dan rintangan sempat menyelimuti organisasi ini. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Truman mengalami kevakuman akibat pandemi Covid-19. Situasi ini menyebabkan para anggota berhenti beraktivitas, kepengurusan mengalami pasang surut, dan Truman pun terhenti dalam segala kegiatan.
Tahun 2025 menjadi titik terang bagi Trunojoyo Mania. Kebangkitan kembali organisasi ini berawal dari momen Halim melihat Persesa bertanding tanpa kehadiran suporter yang mendukungnya. Dia merasa begitu prihatin melihat tribun kosong tanpa semangat yang seharusnya mengiringi perjuangan tim.
Dari situlah tekadnya kembali menyala. Dengan penuh keyakinan, Halim berusaha mengumpulkan kembali para anggota Truman. Dia menemui para pembina dan mantan ketua umum untuk menyatukan kembali kekuatan yang sempat stagnan. Meskipun awalnya hanya sedikit anggota yang kembali berkumpul, semangat kebangkitan mulai terasa.
Untuk menyelamatkan organisasi yang sempat mati suri, diadakan pemilihan ketua umum. Dalam pemilihan tersebut, Halim terpilih sebagai ketua umum dengan harapan bisa mengembalikan kejayaan Truman seperti dahulu, memberikan semangat bagi suporter dan mendukung perjuangan para pemain di lapangan.
Truman, Lebih dari Sekadar Suporter
Halim menegaskan bahwa Trunojoyo Mania adalah kelompok suporter setia Persesa Sampang. Pergerakan yang dilakukan selalu mencerminkan identitas suporter sejati dan hadir di stadion untuk menyuarakan dukungan, dan menunjukkan kecintaan terhadap sepak bola Sampang.
Tidak jarang, Truman juga memberikan dukungan untuk cabang olahraga lain yang membawa nama Sampang, seperti futsal atau ajang olahraga dalam porprov.
Tanpa mengenal rasa lelah, Halim dan anggotanya berharap terus menyuarakan nama Sampang di tribun-tribun, memastikan bahwa kebanggaan daerahnya tidak luntur.
Baginya, olahraga dan sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan simbol persatuan dan identitas. Lewat kerja keras dan dedikasi, keberhasilannya membawa Truman kembali berdiri tegak, dan berkeyakinan akan mengibarkan nama Persesa lebih tinggi, serta akan terus membangkitkan semangat para suporter yang sempat redup.
Yang membuat Truman istimewa adalah bahwa organisasi ini berdiri atas dasar kerelaan dan kecintaan terhadap daerah, menyuarakan Sampang dengan gema yang lantang, menjunjung tinggi nama Persesa Sampang, dengan harapan pemain memiliki semangat yang berkobar, tanpa mengharapkan keuntungan.
Halim dan anggotanya sudah terbiasa rela menguras biaya dari kantongnya sendiri untuk sekali kegiatan. Tidak ada bantuan dari pihak mana pun, dan tidak dibenarkan mengambil keuntungan dari organisasi ini.
Halim dan Truman, Bukti Cinta Tanpa Batas untuk Sampang.
Bagi Halim dan anggotanya, perjuangannya untuk Truman adalah bagian dari kontribusinya bagi olahraga di Sampang. Baginya, berdiri di tribun, menyuarakan dukungan, dan membanggakan nama Sampang melalui olahraga, khususnya Persesa Sampang, adalah tugas utama Halim dan anggota lainya.
Bermodalkan semangat yang tak pernah padam, dia akan terus berusaha menjaga marwah Truman sebagai suporter yang loyal dan penuh dedikasi.
Perjuangan Halim adalah bukti bahwa kecintaan terhadap daerah bisa menjadi bahan bakar yang luar biasa. Dengan sukarela, dia mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, kejayaan Persesa dan kebanggaan Sampang. (sub/waw)





