DBD di Pamekasan Alami Lonjakan, dari Januari hingga April 2025 Tembus 469 Kasus

News, Kesehatan187 views

KABAR MADURA | Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Pamekasan mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, sejak Januari hingga 25 April 2025, terdapat 469 kasus DBD.

Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin melalui Staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Fathor Rahman mengatakan, terjadinya peningkatan kasus ini dipicu oleh banyaknya genangan air selama musim hujan, sehingga mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Selama musim hujan berlangsung, peningkatan jumlah kasus DBD terus terjadi, terutama sejak bulan Januari hingga April 2025,” katanya, Minggu (27/4/2025).

Fathor menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga 25 April 2025, terdapat 469 kasus DBD, rinciannya, 248 kasus pada bulan Januari, bertambah 91 temuan kasus hingga 21 Februari, 109 kasus pada Maret, dan tambahan 21 kasus hingga April. 

Menurutnya, peningkatan kasus DBD cenderung naik seiring peningkatan curah hujan yang terjadi setiap bulannya. “Pada bulan Januari, hujan memang sering terjadi. Sedangkan di bulan-bulan berikutnya mulai menurun, karena sudah memasuki masa peralihan ke musim kemarau,” tambahnya.

Fathor mengungkapkan, dari jumlah kasus tersebut, ada empat puskesmas yang tercatat sebagai penyumbang kasus terbanyak, yakni Puskesmas Pakong dengan 53 kasus, Puskesmas Kadur 40 kasus, Puskesmas Teja 36 kasus, Puskesmas Pademawu 33 kasus. 

Sementara Puskesmas Galis hanya 32 kasus. Sedangkan puskesmas lainnya, angka kasusnya bervariasi, antara 2 hingga 30 kasus.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Pamekasan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pemantauan berkala setiap minggu, penerbitan surat edaran kesiapsiagaan oleh Bupati, hingga program pemberantasan sarang nyamuk.

Baca Juga:  Sinergi Polri dan Kementan, Kapolres Pamekasan Pimpin Panen Jagung Serentak di Palengaan

“Untuk usia yang paling banyak terserang, yaitu 5 hingga 15 tahun dengan 230 kasus, disusul usia 15 hingga 44 tahun sebanyak 115 kasus,” jelas Fathor.

Meski kasus meningkat, Dinkes Pamekasan memastikan tidak ada korban jiwa akibat penyakit tersebut hingga saat ini. (km62/din)

GRAFIS

Kasus DBD di Pamekasan Alami Lonjakan

Selama Januari hingga April 2025: 469 kasus

Bulan Januari: 248 kasus

Bulan Februari: 91 kasus

Bulan Maret: 109 kasus

Bulan April: 21 kasus

Sebaran Kasus

Puskesmas Pakong 53 kasus

Puskesmas Kadur 40 kasus

Puskesmas Teja 36 kasus

Puskesmas Pademawu 33 kasus. 

Puskesmas Galis 32 kasus. 

Puskesmas lainnya, angka kasusnya bervariasi, antara 2 hingga 30 kasus.

Pemicu Lonjakan Kasus DBD

Dipicu banyaknya genangan air selama musim hujan, sehingga mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *