KABAR MADURA | Mbah Tija, lansia yang hidup sebatang kara dan tinggal di rumah tidak layak huni tanpa aliran listrik di Dusun Ba Asam, Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Pamekasan masuk cakupan penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso, Tija yang baru saja mendapatkan bansos dan penyambungan listrik gratis dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pernah masuk sebagai komponen penerima program keluarga harapan (PKH) saat masih dalam satu kartu keluarga (KK) dengan keluarga terdekatnya.
Namun setelah pecah KK, nenek yang berusia 101 tahun itu tidak lagi sebagai komponen penerima PKH, melainkan mendapatkan bantuan permakanan dari Kemensos berupa bantuan makanan yang dikirim satu kali sehari untuk dua kali makan.
“Kami sebenarnya di ground check data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) sebelum teman-teman datang itu (Fraksi PKB), pendamping kami sudah ground check data, cuman kemarin kami tugaskan lagi untuk melakukan asesmen lengkap,” paparnya.
Dari sisi perlindungan sosial lansia itu sudah lengkap. Dia merupakan penerima bantuan iuran daerah (PBID) kepesertaan BPJS Kesehatan, termasuk program permakanan.
Namun dari sisi tempat tinggal, jelas Herman, hasil laporan pendamping, rumahnya memang tidak layak ditempati. Pihaknya kemudian akan berkoordinasi untuk bisa juga terfasilitasi mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).
“Jadi kaitannya dengan kebutuhannya dasarnya, ibu Tija itu terpenuhi,” imbuhnya.
Terpisah, Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Kecamatan Pakong Maghfiroh menyampaikan, perhatian pemerintah kepada Tija untuk bansos sering jadi prioritas. Hasil koordinasinya dengan pemerintah desa, dia tercakup sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT). Tetapi jika dilihat dari kondisinya saat ini butuh tambahan.
“Kalau soal perhatian, ibu Tija ini menjadi prioritas, bahkan ketika ada safari ramadan, dia juga dapat bantuan uang dan sembako,” terangnya.
Sebelumnya, beberapa anggota Fraksi PKB DPRD Pamekasan turun langsung memberikan bansos kepada Tija, Selasa (22/4/2025). Mereka menyaksikan kehidupannya yang memprihatinkan, makan harus bergantung pada sanak saudara dan tetangga terdekat, serta rumahnya menyatu dengan kandang sapi dan ayam.
Kemudian Fraksi PKB Pamekasan memberikan bansos berupa uang tunai, sembako, dan bantuan akses penyambungan jaringan listrik PLN. Selain itu, akan diupayakan untuk dapat bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari pemerintah. (rul/waw)





