KABAR MADURA | Kasus kanker usus besar rawan diderita oleh masyarakat. Salah satu pemicunya adalah pola makan yang tidak baik, seperti mengkonsumsi makanan siap saji secara berlebihan dan terus menerus.
Sayangnya, banyak yang tidak mengetahui cara mendeteksi awal terjadinya kanker tersebut. Sehingga, kanker berpotensi menjadi stadium lanjut dan harus dilakukan penanganan yang lebih kompleks, seperti harus kemoterapi dan lainnya.
Dokter spesialis bedah RSUD Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Moh. Akram mengatakan, terjadinya kanker usus besar disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor genetik dan pola makan yang kurang baik.
Makanan yang siap saji atau makanan instan yang dikonsumsi secara tidak terkontrol, dr. Akram menjelaskan, bisa memicu terjadinya kanker usus besar. Tidak hanya itu, perokok aktif juga menyebabkan seseorang berpotensi mengalami kanker tersebut.
“Kanker ini termasuk yang paling banyak diderita. Rata-rata mereka datang dalam keadaan stadium lanjut. Sehingga, penanganannya lebih kompleks. Jadi sangat perlu untuk mengetahui bagaimana caranya kanker itu bisa dideteksi sejak dini, agar pencegahan awal bisa dilakukan,” terang dr. Akram saat ditemui usai melakukan penyuluhan pencegahan kanker usus besar dalam rangka memperingati Pekan Kampanye Nasional Pencegahan Kanker Usus Besar, Kamis (15/5/2025).
Gejala kanker usus besar biasanya terjadi perubahan buang air besar (sering diare atau sulit BAB), terdapat darah pada tinja, kelemahan atau keletihan, dan penurunan berat badan.
Pencegahan kanker usus besar itu, bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup yang sehat. Seperti pemenuhan gizi dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari seimbang, tidak berlebihan mengkonsumsi makanan siap saji, dan olahraga rutin, serta rutin melakukan screening kesehatan.
“Untuk yang punya faktor resiko tinggi, segera melakukan screening meskipun tidak ada gejala,” tutup dr. Akram. (nur/waw)





