KABAR MADURA | Pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbhing di Pamekasan tahun ini terpaksa ditiadakan. Padahal, agenda tahunan ini sebagai ajang pencarian talenta muda untuk mempromosikan kearifan lokal dan kekayaan alam di Pamekasan.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahrie mengatakan, tidak terealisasinya pemilihan duta wisata tersebut disebabkan efisiensi anggaran. Sehingga, terdapat beberapa program yang dilakukan penyesuaian.
“Biasanya, setiap tahun kami ajukan Rp100 juta sampai Rp200 juta untuk pemilihan duta wisata. Tapi karena tahun ini tidak memungkinkan, jadi pemilihan Kacong Cebbhing ditiadakan,” jelasnya, Selasa (17/6/2025).
Bahkan, kata Zahrie, akibat dari efisiensi tersebut, tidak hanya berdampak terhadap pemilihan duta wisata tingkat lokal, pemilihan Raka-Raki Jawa Timur tahun ini juga dikabarkan akan ditiadakan.
Kendati demikian, pihaknya akan fokus pada pembinaan dan kemaksimalan realisasi program duta wisata yang sudah terbentuk sebelum-sebelumnya.
“Mereka (duta wisata) kebetulan punya program sendiri, dan beberapa program dari dinas juga ada yang melibatkan mereka. Jadi realisasi itu yang kami maksimalkan,” terang Zahrie.
Sementara itu, kacong terpilih dalam pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbhing Pamekasan 2024 Rajendra Ammar Bakhtiar sangat menyayangkan pemilihan duta wisata tahun ini ditiadakan. Pasalnya, dibutuhkan regenerasi dalam paguyuban tersebut.
Kendati demikian, pihaknya memaklumi atas ditiadakannya pemilihan duta wisata tersebut. Menurut Ammar, keberadaan duta wisata di setiap daerah cukup penting dalam promosi dan pelestarian wisata serta kearifan lokal yang cukup potensial.
“Regenerasi itu perlu, apalagi dua tahun kemarin pemilihan sempat vakum. Tapi kami akan memaksimalkan yang ada dan memperkuat kolaborasi,” tuturnya. (nur/zul)





