Marak Kasus Asusila Anak di Galis, HIMAGA dan Polres Bangkalan Sinergi Gencarkan Edukasi

Berita12 views

KABAR MADURA | Maraknya kasus asusila anak di Kecamatan Galis belakangan ini memicu perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Merespons kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Galis (HIMAGA) menggelar audiensi dengan Polres Bangkalan pada Kamis (11/6/2026), demi mendorong langkah konkret pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di wilayah tersebut.

Audiensi yang berlangsung di Mapolres Bangkalan ini dihadiri oleh jajaran pengurus HIMAGA dari bidang Advokasi, Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), hingga Pemberdayaan Perempuan. Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan keresahan publik sekaligus menuntut perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Ketua HIMAGA, Khosiin, menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak bukanlah persoalan individu semata. Menurutnya, kasus yang mencuat selama ini barulah fenomena gunung es dari realitas di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Gagal Kabur usai Curi HP, Pria Paruh Baya Diamankan Warga di Bangkalan

“Kekerasan seksual terhadap anak adalah ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Penanganannya tidak cukup hanya lewat proses hukum setelah kejadian, tetapi harus dibarengi langkah pencegahan masif melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujar Khosiin.

Ia menambahkan, diperlukan keterlibatan seluruh elemen—mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga penegak hukum—untuk membangun sistem perlindungan anak yang kuat.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sebagai bentuk kontribusi nyata, HIMAGA menawarkan kolaborasi program edukatif bersama Polres Bangkalan. Program yang diusulkan meliputi sosialisasi ke sekolah-sekolah, penyuluhan warga, kampanye media sosial, hingga diskusi publik. Agenda ini sejalan dengan fokus Bidang Pemberdayaan Perempuan HIMAGA yang konsen pada isu perlindungan anak.

Baca Juga:  Curanmor Marak di Bangkalan, Aktivis Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Inisiatif tersebut disambut baik oleh Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo. Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas setiap laporan dan mendukung penuh langkah-langkah preventif.

“Upaya pemberantasan kasus asusila tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, edukasi berkelanjutan sangat penting agar masyarakat paham bentuk kekerasan seksual, mekanisme pelaporan, dan pentingnya melindungi korban,” jelas AKBP Wibowo.

Audiensi ini menghasilkan kesepahaman bahwa pencegahan adalah langkah strategis utama. Sinergi antara mahasiswa dan kepolisian diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif demi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan perempuan di Bangkalan. (*)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *