KABAR MADURA | Status Rektor Universitas Madura periode 2025-2029 masih menunggu keputusan rapat yayasan. Rapat Senat yang dihadiri 25 orang sudah menghasilkan dua nama peraih suara mayoritas.
Ketua Yayasan Universitas Madura H. Amiril menegaskan, peraih suara terbanyak pada Rapat Senat tersebut yakni Dr. Gazali dan disusul Dr. Moh. Zayyadi. Namun raihan suara terbanyak itu bukan semata-mata ukuran dari penentuan keputusan menjadi rektor.
Namun secara internal yayasan akan segera melakukan rapat, kata Amiril, yang akan merumuskan keputusan atas berbagai pertimbangan demi kebaikan Universitas Madura.
“Jadi yayasan tidak harus memilih suara terbanyak. Bisa saja suara terbanyak kedua terpilih misalnya, atau pemilik suara pertama dipilih oleh yayasan. Tentu yang menjadi pertimbangan memilih seorang pemimpin, bagaimana memilih seorang pemimpin yang diterima oleh setiap orang yang dilayani nanti,” paparnya, Rabu (9/7/2025).
Diakuinya, rapat di internal yayasan dikatakan kuorum dengan minimalnya dihadiri empat pengurus, semisal ketua, sekretaris, wakil sekretaris, dan bendahara yayasan. Adapun penjaringan calon awalnya banyak, tapi setelah melewati berbagai tahapan, tersisa lima orang.
Amiril menyampaikan, ada beberapa pertimbangan utama yang akan menjadi ukuran dibandingkan hasil suara yang diraih oleh anggota senat: pemimpin yang punya power, punya kapabilitas, akseptabilitas, dan beberapa pertimbangan lainnya.
“Semua pihak menginginkan proses ini bisa berjalan dengan tertib dan menghindari hal yang tidak patut, yaitu yang dapat mengganggu perkembangan Universitas Madura,” tuturnya. (rul/nam)





