KABAR MADURA | Pelestarian budaya membatik terus digalakkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, yakni menggelar kegiatan dengan model belajar bersama di Museum Mandilaras, Kamis (17/7/25).
Kepala Disdikbud Pamekasan H. Mohamad Alwi menyampaikan, budaya membatik harus ada regenerasi untuk pelestariannya. Salah cara yang ditempuh ialah dengan menggelar kegiatan belajar bersama di Museum Mandilaras, yang kali ini mengundang siswa sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta.
“Kami ingin melestarikan kebudayaan batik tulis Sekar Jagad kepper dengan melibatkan anak-anak sekolah,” paparnya.
Ditegaskannya, edukasi kepada siswa dinilai lebih efektif kepada para penerus, apalagi dengan konsep menyatu dengan alam di Area Monumen Arek Lancor.
“Harapannya kegiatan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan. Kali ini diikuti oleh 20 guru pendamping dan 40 siswa,” terangnya.
Alwi menyampaikan, kegiatan tersebut juga sebagai dukungan atas rencana Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, yang menginginkan Are Monumen Arek Lancor penuh dengan berbagai aktivitas.
“Jadi, kami ingin Arek Lancor ini dipakai untuk kegiatan yang positif. Jadi, Pak Bupati bilang Arek Lancor ini dipakai untuk kegiatan belajar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Pamekasan Siti Fatimah menyampaikan, batik tulis khas Pamekasan memang sudah sejak lama dikenal masyarakat secara luas, sehingga dia berencana di 2026 akan didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda, agar bisa terjaga karya yang berasal dari Pamekasan.
“Mohon doa dan dukungan untuk batik tulis asal Pamekasan akan didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda,” imbuhnya. (rul/nam)





