KABAR MADURA | Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan tampak kesulitan menjaring siswa untuk bergabung dalam program Sekolah Rakyat (SR). Hingga saat ini, Dinsos Bangkalan baru mampu mendapatkan 27 siswa untuk masuk dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Kepala Dinas Sosial Bangkalan Wibagio Suharta mengaku tidak mudah untuk menjaring siswa agar bisa bergabung dalam program SR. Tahun ini, Dinsos Bangkalan memiliki kuota 100 siswa SR. Dari jumlah siswa itu dibagi masing-masing 50 siswa SD dan SMP. Dimana masing-masing rombel terdiri sebanyak 25 siswa.
“Sampai Rabu kemarin sudah ada 27 siswa untuk tingkat SMP, sementara untuk SD agak sulit,” ungkapnya, Kamis (17/7/2025)
Wibagio menyebut, pihaknya telah mengeluarkan pengumuman penerimaan siswa baru untuk SR. Dalam pengumuman itu, Dinsos Bangkalan membuka kuota masing-masing dua rombel untuk jenjang SD dan SMP.
Tidak hanya itu, secara kelembagaan, pihaknya akan mengerahkan seluruh elemen di Dinsos Bangkalan untuk menyisir anak usia sekolah yang belum terdaftar di sekolah negeri maupun swasta.
Bahkan, pihaknya telah membentuk tim khusus yang terdiri dari tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Bangkalan untuk ikut membantu proses penjaringan siswa agar jumlah siswa SR memenuhi kuota rombel.
“Masing-masing jenjang kuotanya sama, baik SD maupun SMP, terdiri dari 40 putra dan 10 putri,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Moh. Yakub mengatakan, pihaknya siap mendukung suksesi program SR. Saat ini, Disdik Bangkalan telah menyiapkan tenaga pendidik untuk menjalankan program tersebut.
Namun, Yakub mengaku belum bisa memastikan total tenaga pendidik, baik dari guru maupun kepala sekolah. Sebab, jumlah tenaga pendidik harus menyesuaikan dengan jumlah rombel yang ada.
Kendati demikian, sedikitnya ada 37 guru jenjang SD dan SMP yang sudah siap untuk ditempatkan di SR tersebut. Para guru itu terdiri dari tenaga pengajar aktif serta guru yang telah lulus Program Profesi Guru (PPG).
“Untuk guru kami menyesuaikan dengan jumlah rombel, sambil lalu kami juga nunggu open rekrutmen dari Kemensos,” tuturnya. (pin/zul)





