KABAR MADURA | Insiden saling lempar botol suporter tim tamu, Persis Solo, dan Madura United selaku tuan rumah, sampai mengenai wartawan senior Pamekasan Hendra Zulkarnain hingga Komisaris PT PBMB Zia Ul Haq. Tidak hanya itu, sejumlah suporter Madura United di tribun VIP selatan juga jadi korban, termasuk anak-anak.
Laga perdana Madura United di BRI Super League 2025-2026 itu yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan itu cukup menarik antusias kehadiran suporter. Di antara padatnya penonton tersebut, juga terdapat anak-anak dan wanita yang hadir di tribun. Terlebih, pertandingan digelar di malam minggu.
Kejadian saling lempar itu ditengarai bermula dari provokasi para pendukung Persis Solo. Suporter Laskar Sambernyawa itu berteriak-teriak merespon keputusan wasit yang masih melihat VAR untuk memastikan gol kedua yang dicetak Kodai Tanaka di menit 61 ke gawang Miswar Saputra.
Selama wasit melihat VAR, sejumlah suporter Persis Solo mulai melakukan lemparan botol minuman ke arah suporter Madura united yang berteriak berharap hasil VAR tidak mengesahkan gol tersebut.
Bahkan, salah satu lemparan suporter Persis Solo mengenai kepala wartawan senior Pamekasan Hendra Zulkarnaen yang datang ke stadion dengan kursi roda.
Parahnya, pada saat lemparan, Hendra Zulkarnaen sedang ditemani oleh Komisaris PT PBMB Zia Ul Haq, yang kala itu menyapa Hendra karena memaksakan hadir meski gunakan kursi roda.
Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini Hendra sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Namun pria asal Pamekasan ini sedang antusias menyaksikan Madura United bertanding karena digelar di Pamekasan.
Selain itu, bagi wartawan yang tidak pernah absen meliput pertandingan Madura United sebelum dia sakit itu juga sedang rindu-rindunya menyaksikan Laskar Sape Kerrab bertanding.
Karena lemparan suporter Persis Solo mengenai kepala Hendra, Zia Ul Haq merespon dengan meminta suporter menghentikan lemparan dan kembali ke tempat duduknya. Namun sangat disayangkan, alih-alih berhenti melakukan lemparan botol, suporter Persis Solo malah menjadikan Zia Ul Haq sebagai sasaran arah lemparan.
Tidak terima Komisaris PT PBMB selaku perusahaan yang menaungi Madura United menjadi sasaran lemparan botol suporter tim tamu, suporter Madura United juga merespon dengan melempar balik ke arah tribun suporter Persis Solo.
Akibat sengkarutnya aksi saling lempar botol itu, suporter Madura United di tribun VIP selatan yang didominasi anak-anak dan wanita itu langsung semburat menghindari lemparan.
Novi (35), salah satu suporter Madura United yang membawa kedua putranya berusia 8 dan empat tahun mengungkapkan bahwa kejadian tersebut membuat anak-anak menjadi trauma menonton pertandingan sepak bola. Dia juga menyaksikan beberapa anak-anak lain menjerit ketakutan saat kekacauan tersebut terjadi.
“Anak-anak jadi takut kalau nonton sepak bola seperti ini,” ujarnya saat diwawancarai seusai pertandingan, Sabtu malam (9/8/2025).
Akibat insiden ini, Manajemen Madura United akan mengambil langkah tegas. Media Officer Madura United Ferdiyansyah Alifurrohman mengaku, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti.
Pasalnya, banyak laporan jika suporter Persis Solo juga melakukan sejumlah aksi anarkis hingga ke luar stadion.
“Secara resmi kami masih menunggu keputusan Komdis (Komisi Disiplin I League, red), saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk langkah selanjutnya,” ungkapnya, Minggu (10/8/2025). (pin/waw)





