KABAR MADURA | Aliansi Suporter Madura mendesak PSSI dan I League untuk segera mencabut aturan larangan suporter tandang. Aliansi Suporter Madura menilai, kebijakan tersebut kontraproduktif dengan semangat sepak bola sebagai alat pemersatu.
Ketua Aliansi Suporter Madura Munadi mengatakan, sejatinya sepak bola merupakan risalah untuk menjalin silaturahmi antar suporter. Sehingga jika suporter masih dilarang mengunjungi laga away ke kota lain, maka semangat silaturahmi lain untuk mendukung timnya, nilai silaturahmi dan persatuan dalam olahraga justru terganggu.
Apalagi, kata Munadi, sejauh ini, baik PSSI sebagai federasi maupun I League selaku operator liga belum pernah memperlihatkan surat dari FIFA yang selalu dijadikan dalih dalam pengambilan keputusan larangan suporter away.
Munadi pun menuding federasi maupun operator liga tidak becus dalam membuat aturan. Dia mencontohkan, larangan suporter away tidak dibarengi dengan kebijakan lain yang salah satunya masih diharuskannya klub menjual tiket secara online.
Kebijakan tersebut jelas kontraproduktif dengan kebijakan larangan suporter away. Sebab, jika penjualan tiket masih online, maka suporter tim tamu akan dengan mudah mengakses tiket untuk masuk ke stadion.
Munadi sangat menyayangkan sikap PSSI dan I League yang selalu menjadikan suporter sebagai persoalan dalam menjatuhkan sanksi kepada klub di setiap pertandingan.
Menurutnya, seketat apapun PSSI dan I League membuat aturan, jika sistem tiketnya masih online pasti akan ada kebocoran dari suporter tim tamu.
“Kenapa PSSI tak pernah belajar dari yang sudah-sudah, pilihannya PSSI wajib cabut aturan larangan suporter away kalau tidak bisa berbenah,” desak Munadi, Kamis (21/8/2025)
Munadi menegaskan, jika PSSI dan I League tidak mau mencabut larangan suporter away, pihaknya mendesak seluruh instrumen pertandingan yang ada, baik dari petugas keamanan, panpel pertandingan, termasuk I League harus diperbaiki.
Munadi mendesak, PSSI jangan berlindung di balik surat FIFA yang katanya mengeluarkan larangan suporter away akibat tragedi Kanjuruhan. Namun fakta di lapangan, PSSI tidak pernah mau terbuka dengan suporter tentang surat yang dimaksud.
Bahkan, dia menilai PSSI dan I League hanya menjadikan suporter sebagai alasan untuk memberikan sanksi kepada klub, dimana sanksi yang diberikan seakan mencari keuntungan rupiah semata.
“Jangan lagi jadikan suporter kambing hitam federasi untuk memberikan sanksi kepada klub, sehingga seakan-akan suporter yang selalu salah,” timpalnya.
Sebelumnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada sejumlah klub, termasuk Madura United, akibat adanya suporter tim tamu yang datang ke stadion. (pin/waw)





