KABAR MADURA | Kasus campak di Pamekasan menunjukkan kondisi memprihatinkan. Berdasarkan laporan per 2 September 2025, tercatat 376 anak masuk kategori suspek campak dengan 160 orang di antaranya telah terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, enam anak dinyatakan meninggal dunia.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Avira Sulistyowati menjelaskan, keenam anak yang meninggal dirawat di RSUD SMart Pamekasan dan RSD dr. Mohammad Noer.
Pasien campak yang meninggal dunia, menurut Avira, karena memiliki penyakit komplikasi. Sejauh ini, warga yang suspek campak di Pamekasan belum satu pun yang dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.
“Seluruh kasus yang meninggal, komplikasinya sudah cukup berat. Lima di antaranya tidak pernah imunisasi sama sekali, sedangkan satu orang hanya mendapat satu dosis,” ungkapnya, Rabu (3/9/2025).
Diterangkan, penyebab kematian para pasien itu sebagian besar karena komplikasi pneumonia. Saat ini, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan, Dinkes Provinsi Jawa Timur, serta tim dokter spesialis RSUD dr. Soetomo Surabaya sedang melakukan audit klinis.
“Audit ini untuk menelusuri penyebab kematian secara detail, mulai dari awal pasien sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Hasilnya akan menjadi pembelajaran dalam penanganan kasus ke depan,” jelasnya.
Dari enam korban meninggal, dua di antaranya berasal dari wilayah Puskesmas Panaguan, satu dari Puskesmas Pasean, satu dari Puskesmas Tlanakan, dan satu dari Puskesmas Kowel. Lima di antaranya memiliki kondisi berat badan di bawah standar, meski tidak semua masuk kategori gizi buruk.
Sejauh ini, kasus campak paling tinggi tercatat di wilayah kerja Puskesmas Panaguan, Kecamatan Proppo, dengan 40 anak terkonfirmasi positif. Secara keseluruhan, ada 18 desa di Pamekasan dengan jumlah kasus cukup tinggi, masing-masing lebih dari tiga kasus.
Avira menegaskan, setiap kasus suspek yang ditemukan langsung dikirimkan sampelnya ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya untuk memastikan status positif atau tidaknya.
“Dari enam yang meninggal, dua sudah terkonfirmasi positif, sementara empat lainnya masih menunggu hasil laboratorium,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Pamekasan juga mengimbau masyarakat agar anak yang sedang sakit campak maupun dalam perawatan di rumah tetap diisolasi dan tidak beraktivitas di luar rumah, termasuk pergi ke sekolah. Selain itu, orang tua diminta memberikan asupan makanan bergizi untuk mempercepat proses pemulihan. (rul/ong)





