KABAR MADURA | Kegiatan Job Fair di Pamekasan tahun ini dipastikan tidak terselenggara. Padahal, tahun lalu agenda tahunan itu berhasil melibatkan 31 perusahaan dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.000 orang.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Muttaqin menjelaskan, pembatalan Job Fair tahun ini murni karena tidak adanya alokasi anggaran. Dengan begitu, pihaknya terpaksa meniadakan kegiatan yang selama ini dinanti banyak pencari kerja itu.
Meski demikian, Diskop UKM dan Naker tetap berupaya memfasilitasi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Salah satunya dengan rutin membagikan informasi lowongan kerja (loker) secara daring melalui aplikasi yang sudah terintegrasi dengan kementerian.
“Kami ada aplikasi khusus untuk informasi lowongan kerja. Aplikasi itu sudah tersistem dengan kementerian,” jelasnya, Selasa (9/9/2025).
Muttaqin menambahkan, sebenarnya Job Fair dinilai lebih efektif dibandingkan metode daring. Melalui tatap muka langsung, pencari kerja dan perusahaan bisa berkomunikasi dua arah untuk menggali informasi lebih detail mengenai kebutuhan pekerjaan.
“Evaluasi Job Fair tahun lalu tentu tidak pernah lepas dari evaluasi yang harus diperbaiki. Seandainya ada anggaran, pasti kita selenggarakan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pencari kerja, Ach. Fauzan, lulusan baru IAIN Madura, mengaku menyayangkan absennya Job Fair tahun ini. Menurutnya, meski informasi lowongan bisa diakses secara online, risiko penipuan juga semakin besar.
“Kalau di Job Fair kita bisa akses sepuasnya terkait informasi perusahaan atau informasi loker secara langsung. Tapi jika hanya berbasis online, informasinya terbatas, belum lagi banyak modus penipuan,” tutupnya. (nur/zul)





