KABAR MADURA | Jumlah penerima bantuan pangan berupa beras di Sampang pada 2025 mengalami pengurangan signifikan. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlahnya susut sekitar 7 ribu penerima.
Hal itu disampaikan Pimpinan Bulog Kantor Cabang Madura Ahmad Rofii. Menurutnya, berdasarkan data penyaluran bantuan pangan tahun ini yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah penerima tercatat sebanyak 95.759 jiwa. Sedangkan pada tahun sebelumnya, jumlahnya mencapai 102.589 jiwa.
“Jumlah penerima bantuan pangan tahun ini berkurang sekitar 7 ribuan penerima dari tahun kemarin,” kata Rofii saat dihubungi Kabar Madura, Kamis (11/9/2025).
Dia juga menjelaskan, penyaluran bantuan pangan yang telah berjalan dilakukan dengan skema bulanan, di mana setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan. Namun, penyaluran biasanya dilakukan sekaligus untuk dua bulan, sehingga masing-masing KPM menerima 20 kilogram beras.
Terkait mekanisme penyaluran, tambah Rofii, Bulog hanya mengikuti instruksi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Kami hanya menerima data saja dari Bapanas, jadi kami tidak tahu berapa lama bantuan pangan ini,” imbuhnya.
Disinggung mengenai dugaan penyelewengan penyaluran di sejumlah desa, Rofii menegaskan bahwa informasi di lapangan menunjukkan seluruh bantuan beras telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
“Jikalau memang terdaftar dan menerima undangan, pasti mendapatkan bantuan itu. Terkecuali kalau penerima meninggal, mampu, atau tidak ditemukan, maka bisa diganti dengan penerima lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rofii menyebut, pihaknya tetap akan menelusuri dugaan penyimpangan tersebut. “Untuk yang dugaan penyimpangan ini, kami akan telusuri dan cari informasi lebih lanjut. Tapi yang jelas, bantuan pangan ini sudah tersalurkan semua,” pungkasnya. (sub/zul)





