KABAR MADURA |Ada tahun-tahun tertentu yang rasanya terlalu berharga untuk dilupakan. Bagi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, tahun 2023 adalah salah satunya. Saat itu, kampus yang berdiri di timur Pulau Garam ini tiba-tiba menjadi sorotan di tingkat nasional. Bukan karena isu atau kontroversi, melainkan karena sebuah prestasi yang lahir dari kerja keras dan semangat anak muda.
MOH ROZIN, SUMENEP
Bayangkan, dari 5.379 tim mahasiswa yang ikut dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di seluruh Indonesia, 8 tim dari UNIBA berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Jumlah 8 tim mungkin terdengar kecil dibanding ribuan pesaing lain, tapi justru di situlah letak kebanggaannya. Kampus muda di Madura itu berhasil menembus barisan besar perguruan tinggi ternama di Tanah Air.
Di tahun yang sama, mahasiswa UNIBA Madura juga tidak segan menantang diri dalam program Fisheries Millennial dan Startup yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan bimbingan Aminatus S, seorang mentor yang akrab dengan dunia perikanan, mahasiswa menunjukkan bahwa ide-ide mereka bukan sekadar catatan tugas kuliah. Ada gairah, ada mimpi, ada karya yang bisa hidup di tengah masyarakat.
Kala itu, suasana kampus penuh haru sekaligus bangga. Para dosen tersenyum lebar melihat anak didiknya berdiri sejajar dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar.
“Prestasi ini membuktikan mereka bukan hanya belajar di ruang kelas, tetapi mampu membawa ide nyata yang bermanfaat,” begitu kata Aminatus, salah satu ungkapan yang sempat menggetarkan hati banyak orang pada 2023.
Lebih dari sekadar prestasi di atas kertas, keberhasilan itu menyalakan api semangat. Mahasiswa lain ikut terdorong, merasa bahwa mereka juga bisa. Bagi banyak anak muda Madura yang kala itu sering dipandang sebelah mata, capaian UNIBA Madura adalah pesan tegas: bahwa dari pulau kecil pun bisa lahir inovasi besar.
“Kami berharap ke depan terus memberikan yang terbaik dan terus menular ke yang lainnya,” pungkas Aminatus. (waw)





