KABAR MADURA | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang memberikan peringatan keras terkait permasalahan distribusi bantuan pangan di Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung. Hal ini menyusul keluhan warga yang menilai pendistribusian tidak transparan dan rawan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Ketua Komisi I DPRD Sampang Salim menegaskan, pihaknya tidak sekadar memberi imbauan, melainkan benar-benar mengeluarkan peringatan kepada pemerintah desa (pemdes) agar tidak main-main dengan hal-hal yang berkenaan dengan rakyat.
“Pendistribusian pangan harus tepat sasaran, jangan ada pemotongan,” tegasnya kepada Kabar Madura, Selasa (23/9/2025).
Salim menambahkan, keluarga penerima manfaat (KPM) harus benar-benar sesuai dengan data Bulog. Jika ada peralihan penerima, maka mekanismenya wajib mengikuti aturan yang berlaku. Menurutnya, indikasi yang terjadi di Desa Gunung Eleh diduga kuat cacat prosedur.
“Kalau ada kebijakan yang berpotensi menimbulkan persoalan, sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dinas atau lembaga terkait,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang warga berinisial UH mengaku tidak menerima jatah penuh dan diduga terjadi pengurangan. Bantuan yang seharusnya berjumlah dua sak beras dengan total 20 kilogram, ternyata hanya berisi 18 kilogram. Artinya, masing-masing sak hanya berisi 9 kilogram.
“Seharusnya kami dapat 20 kilogram beras, tapi setelah dicek hanya 18 kilogram. Kami tidak tahu sisanya ke mana,” ujarnya, Rabu lalu (3/9/2025).
Keluhan serupa disampaikan warga lain, R, yang mengaku terdaftar sebagai penerima, namun hingga kini belum mendapatkan bantuan.
“Jangankan bantuan beras, undangannya saja sampai sekarang belum saya terima,” katanya.
Menanggapi tudingan itu, Pj Kades Gunung Eleh Kholilah menyatakan bahwa hal itu bukan tanggung jawab sepenuhnya dari pihak pemdes.
“Kalau isi 9 kilogram itu tanggung jawab Bulog. Kalau masalah data penerima, saya konfirmasi ke bagian data, soalnya kemarin yang bekerja Yusuf,” jelasnya. (yan/zul)





