KABAR MADURA | Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Sampang cukup tinggi, selama 8 bulan terakhir tercatat sebanyak 434 kasus yang didominasi di wilayah perkotaan.
Data Dinkes KB Sampang menunjukkan, pada periode bulan Januari sampai Agustus 2025, jumlah Kasus DBD di Bumi Bahari itu tercatat 434 kasus dengan insiden rate atau tingkat kejadian 42:24.
Terdapat lima pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dengan jumlah kasus di atas 30 kasus, tertinggi di Puskesmas Kamuning 64 kasus, Puskesmas Banyuanyar 47, Puskesmas Tamberu Barat 38, Puskesmas Karangpenang 37 dan Puskesmas Pangarengan 34 kasus.
Sedangkan di Puskesmas lainnya rata-rata kasus di kisaran 26 kasus ke bawah, untuk puskesmas dengan jumlah kasus DBD paling sedikit yakni Puskesmas Mandangin 1 kasus, Puskesmas Banjar 3, Robatal 4, Puskesmas Tambelangan 5, dan Puskesmas Kedungdung 6 kasus.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat mengungkapkan, tingginya kasus DBD di wilayahnya, lantaran tingkat kesabaran masyarakat tentang kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari sangat rendah.
Menurut Samsul, kasus DBD itu tidak bisa terlepas dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dijalankan oleh masyarakat di lingkungan tersebut.
“Masyarakat kita ini, manakala ada kasus, mesti larinya pada fogging atau pengasapan. Padahal fogging ini hanya memutus rantai penularan atau membunuh nyamuk dewasa. Tetapi yang paling penting PBHS dan abatisasi,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Dirinya menerangkan, seyogyanya upaya penanganan kasus DBD tersebut sudah dilakukan oleh masing-masing puskesmas di semua kecamatan. Salah satunya abatisasi, penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan berbagai kegiatan lainnya.
“Sebenarnya kami sudah sering memberikan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui penyuluhan ini, sehingga DBD terus dapat diminimalisir,” bebernya. (sub/waw)





