Gebyar Intani Award, Disperta KP Sampang Tumbuhkan Ide-ide Baru Sektor Pertanian

Pertanian, Berita22 views

KABAR MADURA | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang sukses menggelar Gebyar Inovasi Pertanian (Intani) Award 2025 dengan tujuan untuk mencari dan menumbuhkan ide-ide baru di sektor pertanian.

Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Indoor Sampang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiyawan, jajaran forkopimda, kepala OPD, Bulog, dan undangan lainnya.

Gebyar Intani yang merupakan agenda rutin tahun itu, pada kesempatan kali ini diikuti oleh puluhan peserta yang memamerkan hasil inovasi pertanian dan dilakukan penilaian oleh tim juri.

Sekretaris Daerah Sampang Yuliadi Setiyawan menuturkan, gebyar Intani merupakan langkah nyata guna mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Sampang.

Baca Juga:  PKM UIN Madura Resmikan Green House Melon “Mas Farm”, Dorong Pertanian Modern di Desa

Dia mengaku bangga dan mengapresiasi Disperta KP Sampang yang telah sukses menggagas dan mengagenda rutin pameran produk hasil inovasi pertanian di Bumi Bahari tersebut.

“Gebyar Intani ini sangat bagus dan harus terus dikembangkan. Karena inovasi pertanian ini sangat diperlukan dan bermanfaat dalam meningkatkan produksi pertanian,” tutur Yuliadi Setiyawan dalam sambutannya.

Pria yang akrab disapa Abah Wawan itu berharap semua hasil inovasi pertanian, utamanya yang ditampilkan tidak berhenti sebagai karya, tetapi bisa diterapkan langsung oleh para petani di berbagai wilayah.

“Inovasi dari para petani ini harus terus dikembangkan dan disebarkan kepada petani lainnya,” harapnya.

Baca Juga:  PKM UIN Madura Resmikan Green House Melon “Mas Farm”, Dorong Pertanian Modern di Desa

Di tempat yang sama, Kepala Disperta KP Sampang Suyono menyampaikan bahwa Gebyar Intani merupakan program rutin tahunan dengan tujuannya untuk mencari dan menumbuhkan ide-ide baru dalam memecahkan berbagai masalah di sektor pertanian.

Dalam Gebyar Intani tersebut, pihaknya melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sampang dan kelompok tani untuk berpartisipasi aktif. Dari total 52 peserta yang mendaftar, hanya 28 yang berhasil lolos ke tahap pameran tahun ini.

“Inovasi yang dihasilkan ini tidak hanya dipamerkan, tetapi juga melalui proses penilaian oleh tim juri. Dan inovasi ini diharapkan bermanfaat bagi petani,” ulas Suyono. (sub/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *