KABAR MADURA | Madura United menjadi salah satu tim dengan catatan produktivitas paling rendah di Super League 2025/2026 hingga pekan ketujuh. Laskar Sape Kerrab baru mampu mencetak lima gol, sama seperti Bhayangkara FC dan Semen Padang.
Performa mandul itu cukup kontras dengan jumlah peluang yang diciptakan. Berdasarkan catatan resmi i-League, Madura United telah melakukan 44 kali percobaan tembakan. Sebanyak 21 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan. Namun, dari jumlah itu hanya lima yang berhasil menembus jala.
Kelima gol itu dicetak oleh lima pemain berbeda, yakni Kerim Palic, Iran Junior, Pedro Monteiro, Jordy Werhmann, dan Taufany Muslihuddin. Fakta ini menandakan bahwa Madura United tidak memiliki sosok mesin gol tunggal yang bisa diandalkan setiap pekan.
Situasi itu membuat pelatih Angel Alfredo Vera menaruh perhatian penuh pada aspek penyelesaian akhir selama jeda kompetisi karena agenda FIFA Matchday.
“Penyelesaian akhir memang yang masih menjadi catatan kami. Kami sangat sulit mencetak gol walaupun menciptakan banyak peluang,” tegasnya, Kamis (2/10/2025).
Juru taktik berkebangsaan Argentina itu menyebut, secara organisasi permainan, timnya tidak terlalu bermasalah. Alur serangan dari lini tengah berjalan cukup baik, bahkan para gelandang mampu membagi distribusi bola ke sayap maupun striker. Masalah muncul ketika sudah berada di kotak penalti lawan. Keputusan akhir pemain, mulai dari timing tendangan hingga ketenangan saat eksekusi, masih sering tidak maksimal.
Selain itu, faktor adaptasi sejumlah pemain baru juga disebut menjadi salah satu kendala. Penyerang asing yang diharapkan bisa memberi solusi, belum sepenuhnya menyatu dengan gaya bermain Madura United.
“Butuh lebih banyak waktu untuk menemukan kombinasi terbaik. Kami sudah mencoba beberapa opsi di latihan,” ujar Alfredo.
Manajemen Madura United pun memberikan dukungan penuh kepada jajaran pelatih dengan menyediakan sesi tambahan khusus lini depan. Para penyerang dilatih untuk lebih efisien dalam mengeksekusi peluang, baik melalui tembakan jarak jauh, skema umpan silang, maupun situasi bola mati.
Hasil pembenahan ini akan diuji pada laga terdekat saat Madura United bertandang ke markas Dewa United di Stadion Internasional Banten, 16
Oktober 2025. Laga itu bakal menjadi barometer efektivitas lini serang Laskar Sape Kerrab setelah mendapat waktu lebih dari dua pekan untuk berbenah. (nur/zul)





