Prof AQ Ungkap Perjalanan dan Peran Coach RB di Madura United

KABAR MADURA | Dua kemenangan beruntun yang diraih Madura United tidak lepas dari peran sosok Rakhmad Basuki atau Coach RB. Namun bagi Presiden Madura United Achsanul Qosasi, keberhasilan itu bukan alasan untuk melambungkan pujian setinggi langit.

Pria yang akrab disapa Prof AQ itu justru mengingatkan agar tidak berlebihan memuji sosok yang dikenal rendah hati itu. Menurutnya, Coach RB adalah tipe pelatih yang tidak nyaman dengan sanjungan, meski kontribusinya bagi tim sudah tidak perlu diragukan lagi.

Achsanul mengaku telah mengenal Coach RB sejak 2009, saat keduanya bersama-sama mengelola Persepam. Sejak saat itu, perjalanan panjang dilalui bersama, mulai dari Divisi 2 hingga menembus kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Selama kurun waktu tersebut, Coach RB terus berkembang. Dia meniti karier kepelatihan secara bertahap, mulai dari lisensi C, B, hingga kini mengantongi lisensi A. Semua proses itu dijalani sembari tetap setia menjadi bagian dari Madura United.

Bahkan, sejak 2023, Achsanul mengaku telah mendorong Coach RB untuk segera mengambil lisensi A Pro. Namun, ajakan itu belum juga terealisasi. Bukan karena ketidakmampuan, melainkan sikap rendah hati yang justru kerap menjadi penghalang.

“Kalau jujur, ilmunya sudah komplet,” ungkapnya. Pengalaman selama 17 tahun sebagai asisten pelatih menjadi bekal berharga yang membentuk kapasitas Coach RB saat ini.

Sepanjang kariernya, Coach RB telah mendampingi sejumlah pelatih ternama, mulai dari Danil Rukito, Mustakim, Arcan Iurie, Gomes de Oliveira, Milomir Seslija, Dejan Antonic, Rahmad Darmawan, Fabio Lefundes, Mauricio Souza, Paulo Meneses, Alfredo Vera, hingga Carlos Pereira.

Dari setiap pelatih tersebut, Coach RB dinilai tidak hanya menjalankan peran sebagai asisten, tetapi juga menyerap ilmu, memahami strategi, dan mengembangkan pendekatan kepelatihannya sendiri.

Prof AQ menyebut, posisi Coach RB sebagai asisten pelatih bukan sekadar pelengkap. Dia sebagai sosok “permanen” yang mewakili nilai dan visi klub. Bahkan, kerendahan hati yang dimilikinya membuat para pelatih kepala merasa nyaman bekerja sama dengannya.

Baca Juga:  Halalbihalal UNIBA Madura, Prof. Achsanul Qosasi: Kunci Kemajuan Kampus Ada pada Kekompakan Civitas Akademika

“Menjadi asisten itu membantu pelatih, tapi juga diam-diam belajar,” ujarnya.

Kini, dengan situasi tim yang membutuhkan sosok pemimpin di lapangan, Prof AQ memberi sinyal bahwa Coach RB tidak bisa lagi terus berada di balik bayang-bayang. Dia berharap, ke depan Coach RB berani melangkah lebih jauh tanpa lagi merasa sungkan.

Bagi Prof AQ, karakter Coach RB mencerminkan tipikal orang Madura: melihat, mempelajari, meniru, lalu menerapkan dengan modifikasi sesuai kemampuan yang dimiliki.

Di balik sikapnya yang sederhana, Prof AQ menegaskan, ia sangat memahami kelebihan dan kekurangan Coach RB. Keyakinan itu pula yang membuatnya percaya, peran lebih besar hanya tinggal menunggu waktu.

“Selain istrinya, saya yang paling tahu,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *