KABAR MADURA | Program Studi (Prodi) Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu upayanya diwujudkan melalui pelatihan teknologi pembelajaran matematika berbasis aplikasi digital bagi santri Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Kamis (2/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas IX dan X dengan pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa Tadris Matematika. Mereka memperkenalkan dua aplikasi populer, Desmos dan GeoGebra, yang dirancang untuk mempermudah pemahaman konsep matematika secara visual dan interaktif.
Menurut salah satu dosen pendamping, Fatimatus Zahroh, penggunaan aplikasi tersebut dapat mengasah kemampuan representasi spasial dan keterampilan pemecahan masalah para santri.
“Belajar matematika bisa sambil bermain. Dengan teknologi ini, santri dapat memvisualisasikan konsep geometri tanpa harus membayangkannya secara abstrak,” ujarnya.
Sejak sesi awal, antusiasme santri tampak tinggi. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai fitur aplikasi di laptop masing-masing. Para santri belajar menggeser titik dan garis, membentuk bangun datar, hingga membuat jaring-jaring bangun ruang secara digital.
Pendekatan ini dinilai efektif karena membantu mengurangi kesalahan kognitif dalam memahami bentuk tiga dimensi (3D) dan proyeksinya ke dua dimensi (2D). Jika sebelumnya guru harus membawa alat peraga ke kelas, kini santri dapat melihat dan memanipulasi objek ruang secara langsung melalui layar.
Pihak pesantren menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai pelatihan semacam ini penting untuk menyiapkan santri menghadapi tantangan era digital, tanpa mengesampingkan nilai-nilai pesantren.
Tim dosen Tadris Matematika berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperluas penerapan teknologi pembelajaran di sekolah berbasis pesantren. Melalui pendekatan digital, matematika tidak lagi dianggap kaku dan menakutkan, melainkan menjadi sarana kreatif yang mampu mengubah imajinasi menjadi eksplorasi nyata. (nur/zul)






