KABAR MADURA | Hasil penjangkauan calon siswa baru Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2026-2027 di Pamekasan melebihi kuota yang dibutuhkan. Kondisi ini membuat proses penjangkauan harus dilanjutkan dengan verifikasi dan asesmen lapangan secara lebih mendalam untuk menentukan peserta didik yang memenuhi kriteria.
Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Pamekasan Lukman Hakim mengatakan, berdasarkan hasil penjangkauan yang telah dilakukan, terdapat 61 anak yang terverifikasi. Puluhan calon siswa itu berasal dari keluarga yang masuk desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selanjutnya, tim akan melakukan penjangkauan ulang atau asesmen lapangan guna menyaring 30 calon siswa yang nantinya ditetapkan sebagai peserta didik SR.
“Nanti akan ada verifikasi dan validasi, termasuk pemenuhan administrasi. Target dari kami, bulan ini harus sudah ada penetapan peserta didik (SR) melalui SK bupati,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (11/6/2026).
Lukman menjelaskan, untuk siswa baru tahun ajaran 2026-2027, kegiatan belajar mengajar (KBm) sementara akan dilaksanakan di Kabupaten Sampang. Hal itu karena Pamekasan hingga kini belum memiliki gedung permanen SR.
Sementara itu, peserta didik angkatan pertama tahun ajaran 2025-2026 tetap menjalani proses belajar di lokasi yang saat ini digunakan, yakni eks gedung Akademi Keperawatan (Akper) Pamekasan.
Pemkab Pamekasan saat ini tengah menyiapkan lahan permanen untuk pembangunan SR. Berdasarkan hasil survei, terdapat empat lokasi yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan gedung permanen, yakni di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong; Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan; Desa Campor, Kecamatan Proppo; dan Desa Rangpenang Dejeh, Kecamatan Proppo.
Dari empat lokasi itu nantinya akan dipilih satu lokasi yang dinilai paling layak untuk pembangunan sekolah.
“Untuk angkatan pertama (2025-2026) tetap di Pamekasan, eks Akper itu. Kalau yang angkatan kedua ini, mereka ke Sampang, karena di sana sudah memiliki gedung permanen. Kalau gedung permanen yang di sini sudah selesai dibangun, di tahun 2027 siswa ditarik kembali,” jelasnya. (nur/zul)





