KABAR MADURA | Rektor Universitas Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura Prof Rachmad Hidayat menyampaikan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memiliki kontribusi penting dalam perjalanan kampus sejak awal berdiri.
“UNIBA besar karena PMII. Sejak awal, mereka hadir dengan gagasan kritis, gerakan inspiratif, dan karya kreatif,” tegasnya.
Hal itu dinyatakan setelah dilantiknya pengurus baru PMII Komisariat UNIBA Madura yang dirangkai dengan Pembukaan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) V bertema “Membentuk Anggota yang Militan, Berintelektual, dan Solidaritas”.
Prof Rachmad juga menilai peran PMII akan semakin strategis ke depan dalam memperkuat tradisi akademik dan pengabdian sosial mahasiswa.
Menurutnya, pelantikan dan Mapaba V ini sekaligus menjadi momentum penting yang menegaskan posisi PMII Komisariat UNIBA Madura sebagai pusat kaderisasi, ruang intelektualisasi, serta wadah aktualisasi mahasiswa.
“PMII adalah suluh yang menjaga api intelektual kampus. Saya percaya api ini tidak akan padam, tapi justru berkobar menjadi energi perubahan besar,” pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri jajaran Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), para senior PMII, Ketua PC PMII Sumenep, serta jajaran rektorat UNIBA Madura.
Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura Tijanuz Zaman menegaskan bahwa pergerakan mahasiswa bukan sekadar simbol, tetapi merupakan denyut semangat perubahan.
“Pergerakan bukan sekadar slogan, melainkan nafas kehidupan. Dengan bergerak, kita bisa hidup, berdampak, dan ikut andil dalam sejarah bangsa,” ujarnya.
“Momentum ini adalah energi baru. Kami berkomitmen melahirkan kader-kader terbaik, tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk bangsa,” tambahnya. (ara/waw)






