Dinsos Sampang Dituntut Bertanggung Jawab atas Dugaan Pemotongan Bansos P3KE

Berita83 views

KABAR MADURA | Puluhan pemuda menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Kamis (23/10/2025). Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dari Dinsos atas dugaan pemotongan bantuan sosial (bansos) Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang terjadi di sejumlah kecamatan.

Massa aksi menilai Dinsos Sampang lalai dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Bansos P3KE. Bantuan yang semestinya utuh diterima warga miskin itu diduga dipotong oleh motor penggerak yang ditunjuk Dinsos, dengan nilai mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu dari total Rp1,5 juta per penerima manfaat.

Peserta aksi, Muhtar, menegaskan bahwa praktik pemotongan tersebut mencederai keadilan sosial dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Kami turun ke jalan karena marah melihat hak masyarakat miskin dipermainkan. Dinsos jangan berlindung di balik alasan teknis, mereka harus bertanggung jawab,” tegas Muhtar di tengah orasi.

Baca Juga:  Wujudkan SPMB Ramah Tahun 2026, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Komitmen

Lebih lanjut, Muhtar menilai tindakan itu bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kejahatan moral dan kemanusiaan, serta bentuk korupsi yang menjijikkan karena dilakukan di atas penderitaan rakyat miskin.

“Diamnya Dinsos terhadap kejahatan seperti ini adalah tanda bahwa mereka lebih berpihak kepada kenyamanan jabatan daripada penderitaan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam tuntutannya, para demonstran meminta agar seluruh oknum yang terlibat, baik dari pihak Dinsos maupun motor penggerak, ditangkap dan diadili. Mereka juga mendesak agar kepala Dinsos Sampang dicopot bila tetap membiarkan pelanggaran serupa.

Selain itu, massa menuntut agar seluruh hak penerima manfaat yang dipotong segera dipulihkan, serta dilakukan audit ulang terhadap data penyaluran Bansos P3KE sejak awal program berjalan.

Baca Juga:  Tera' Ta' A-dhemar

“Buka kanal laporan publik dan lindungi mereka dari ancaman serta intimidasi,” tutur Muhtar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos Sampang Edi Subinto menjelaskan, program Bansos P3KE merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang bertujuan membantu kebutuhan masyarakat miskin di Sampang.

“Penyaluran Bansos P3KE dicairkan oleh bank penyalur langsung terhadap penerima manfaat,” ucapnya.

Edi menyebut, pihaknya tidak pernah melakukan pemotongan bantuan.

“Kami mengapresiasi atensi teman-teman terhadap pelaksanaan P3KE. Namun jangankan melakukan pemotongan, terbesit di pikiran kami saja belum pernah,” ungkapnya. (yan/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *