Pemkab Sumenep Gelar Musabaqah Qira’atil Kutub: Teguhkan Semangat Santri Cinta Kitab Kuning

Berita44 views

KABAR MADURA | Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep sukses menyelenggarakan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat kabupaten. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Selasa (4/11/2025).

Sebanyak 120 santri dari berbagai pesantren di Sumenep ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Para peserta menunjukkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning di hadapan 9 dewan juri yang kompeten di bidangnya.

Wakil Bupati Sumenep Kiai Imam Hasyim menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, MQK bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk meneguhkan semangat keilmuan dan kecintaan terhadap warisan ulama.

“Kegiatan ini bukan ajang untuk mencari juara, melainkan sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan mengkaji kitab kuning. Sebab, membaca kitab kuning tidaklah mudah, di sinilah pesantren berperan penting sebagai tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak,” ujar Kiai Imam.

Dia juga menegaskan bahwa peran pesantren dalam pembangunan bangsa sangat besar. Santri bukan hanya penjaga moral dan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak kemajuan daerah.

“Kami apresiasi semua pihak, terutama Kemenag dan pesantren yang terus menjaga tradisi keilmuan Islam. Pemkab Sumenep akan terus berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan melalui berbagai program pembinaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep Kamiluddin menjelaskan, tujuan utama MQK adalah menumbuhkan kembali kecintaan terhadap kitab kuning sebagai sumber pengetahuan dan pedoman moral bagi santri.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menjadi bukti nyata perhatian Pemkab Sumenep terhadap pengembangan ilmu keagamaan dan eksistensi pesantren sebagai pusat pembinaan karakter. Dengan dukungan pemerintah daerah, tradisi keilmuan pesantren diharapkan terus tumbuh subur di Bumi Sumekar.

“Melalui MQK ini kami ingin menumbuhkan semangat santri untuk membaca kitab klasik dengan benar, memperkuat silaturrahmi antar pesantren, dan membentuk generasi yang berakhlak mulia,” jelas Kamiluddin. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *