Program MBG Serap 3.000 Tenaga Kerja di Sampang, Disnaker Sebut Pengangguran Turun

Berita76 views

KABAR MADURA | Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sampang dipastikan berdampak terhadap penurunan angka pengangguran di wilayah tersebut. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang mengklaim program gagasan Presiden Prabowo Subianto itu diprediksi dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000 jiwa. Hal itu menjadi salah satu multiplier effect dari program MBG tersebut.

“Kehadiran program MBG ini membuka banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, perkiraan kami ada sekitar 3.000 jiwa lebih bisa terserap,” ujar Kepala Disnaker Sampang Yudhi Adhidarta Karma, Rabu (5/11/2025).

Berdasarkan estimasi, setiap dapur MBG rata-rata dapat mempekerjakan antara 40 hingga 50 orang. Untuk Sampang, jumlah kebutuhan dapur agar dapat melayani makan bergizi bagi seluruh siswa mencapai sekitar 90 dapur. Dengan jumlah itu, potensi serapan tenaga kerja diperkirakan menembus lebih dari 3.000 orang.

Baca Juga:  DPRKP Ungkap Seluruh Dapur MBG di Bangkalan Beroperasi tanpa Izin Bangunan

“Dengan jumlah serapan tenaga kerja yang relatif banyak ini, adalah bentuk positif bagi pertumbuhan perekonomian dan penurunan tingkat pengangguran di Kabupaten Sampang khususnya dan Indonesia pada umumnya,” bebernya.

Yudhi menambahkan, pada realisasi program MBG dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk berbagai sektor, mulai dari pengolahan bahan pangan, distribusi makanan, hingga petugas pendukung di dapur umum. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami saat ini masih menunggu data resmi terkait total tenaga kerja yang terserap melalui program MBG ini. Kita terus berkoordinasi dengan dinas terkait, hanya saja, saat ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Daftar Penerima Manfaat BSPS 2026 Tahap Dua di Bangkalan Masih Menunggu Verifikasi Pemerintah Pusat

Sementara itu, salah seorang mitra pelaksana MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Dalpenang Sampang, Moh. Hasan Jaelani, menegaskan, program MBG memiliki dampak ekonomi yang sangat nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Di dapur yang kami kelola saja, ada sebanyak 47 orang tenaga kerja yang terlibat setiap hari, meliputi juru masak, petugas pengantaran makanan, hingga bagian administrasi dan lainnya,” singkatnya. (sub/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *