KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang mengungkapkan bahwa intensitas hujan di wilayah utara menjadi faktor utama yang menentukan potensi banjir di wilayah perkotaan Kecamatan Sampang. Kondisi geografis serta aliran sungai yang bermuara ke pusat kota membuat air dari wilayah hulu cepat mengalir ke daerah bawah ketika hujan lebat terjadi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menjelaskan, curah hujan di Kecamatan Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal memiliki pengaruh besar terhadap debit air Sungai Kemuning yang melintasi jantung kota Sampang.
“Intensitas hujan wilayah Pantura jadi penentu banjir di kecamatan Kota. Jika debit air bertemu dengan air pasang laut, maka akan terjadi luapan yang biasa disebut banjir rob,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Lebih lanjut, Hozin mengaku, BPBD Sampang telah melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi sungai dan tanggul di sejumlah titik rawan, serta mengerahkan puluhan personel untuk siaga di lapangan.
“Ada sekitar 30 personel yang kami kerahkan untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir, dan kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga,” katanya.
Dia menambahkan, kondisi banjir yang sempat melanda Desa Banyumas dan Kemuning di Kecamatan Kota, serta Desa Prajjan Kecamatan Camplong dan Desa Panyepen Kecamatan Jrengik, saat ini sudah berangsur surut.
“Sudah aman, mas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan masyarakat masih bisa beraktivitas,” pungkasnya. (yan/zul)





