Menu Program MBG di Pragaan Dinilai Tidak sesuai Standar Gizi, Guru Sampaikan Keluhan

Pendidikan, Kesehatan8,690 views

KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah guru di Kecamatan Pragaan, Sumenep, menyoroti kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar gizi dan terkesan asal-asalan.

Di beberapa sekolah, khususnya di Desa Pragaan Daya, menu yang dibagikan kepada siswa diduga jauh dari konsep “bergizi” seperti yang dijanjikan pemerintah. Berdasarkan informasi dan foto yang beredar, paket MBG hanya berisi mie bihun goreng, tempe kering, telur ceplok, beberapa butir kelengkeng, serta susu kotak rasa stroberi. 

Kondisi tersebut membuat sejumlah guru kecewa. Mereka menilai menu itu tidak mencerminkan keseimbangan gizi sebagaimana tujuan utama program MBG. 

Baca Juga:  Hari Lahir Pancasila, Ketua KNPI Sumenep: Pedoman Berkontribusi bagi Kemajuan Bangsa!

Salah satu guru yang enggan disebut namanya mengungkapkan, pihak sekolah sebenarnya telah menyampaikan keluhan kepada penyelenggara MBG, yakni yang ada di Kecamatan Pragaan namun hingga kini belum ada respons ataupun perbaikan signifikan. 

“Kami sudah menyampaikan keluhan karena kasihan anak-anak. Mereka butuh asupan yang benar-benar bergizi, bukan sekadar makanan mengenyangkan. Tapi keluhan kami tidak digubris,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (13/11/2025). 

Dia menambahkan, program MBG yang seharusnya menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap gizi anak, jangan sampai hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa kontrol kualitas. 

Baca Juga:  PRAN SDN Gingging Diresmikan, Semangat Warga Hidupkan Budaya 

“Harapan kami, ada evaluasi dari pihak terkait. Ini uang negara, jadi pelaksanaannya harus betul-betul diawasi agar sesuai dengan tujuannya,” imbuhnya. 

Pantauan di lapangan menunjukkan, beberapa sekolah terutama di wilayah Pragaan Daya juga mengalami hal serupa. Menu MBG tampak monoton dan tidak variatif dari hari ke hari, bahkan beberapa siswa disebut enggan menghabiskan makanannya karena rasa dan tampilannya yang kurang menggugah selera.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Sumenep Mohammad Kholilur Rahman enggan memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *