KABAR MADURA | Aksi penghadangan terhadap bus Madura United oleh oknum suporter tuan rumah Borneo FC menjadi sorotan publik. Insiden itu terjadi menjelang laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 yang mempertemukan kedua tim di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (22/11/2025).
Menanggapi kejadian itu, Ketua Aliansi Suporter Madura Munadi mengimbau agar suporter Madura United tetap menjaga ketenangan dan tidak terpancing provokasi. Dia menilai, dinamika di dalam maupun di luar lapangan memang kerap memunculkan tindakan yang tidak diinginkan.
“Kita harus menunjukkan kedewasaan, kehormatan, serta karakter suporter Madura yang santun dan bermartabat. Karena sepak bola menyatukan kita dalam kegembiraan, perjuangan, dan sportivitas,” jelasnya, Jumat (21/11/2025).
Munadi menyebut, insiden tersebut tidak boleh menjadi pemicu perpecahan maupun merusak nama baik suporter di kancah sepak bola nasional.
“Mari kita terus memberikan dukungan positif kepada Laskar Sape Kerrab, baik di stadion maupun dari rumah masing-masing. Kita hadir sebagai tamu, dan kita pulang membawa kehormatan,” tambahnya.
Dia mengaku, pihaknya telah menerima permintaan maaf resmi dari perwakilan suporter Borneo FC. Permintaan maaf itu disampaikan sebagai klarifikasi bahwa tindakan penghadangan dilakukan oleh oknum dan tidak mewakili keseluruhan suporter.
“Permintaan maaf itu kami terima dengan lapang dada sebagai bentuk itikad baik untuk menjaga hubungan antarsuporter dan memastikan situasi tetap kondusif,” tukas Munadi. (nur/zul)






