Disdikbud Pamekasan Upayakan Lanjutkan Insentif Tahunan Guru Non ASN

KABAR MADURA | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan memastikan bahwa insentif tahunan sebesar Rp600 ribu bagi guru non-ASN untuk tahun 2026 masih dalam proses pengajuan, meski insentif untuk tahun 2025 telah dicairkan.

Kepala Bidang (Kabid) Tendik Disdikbud Pamekasan Fadlillah menjelaskan, bantuan tersebut menyasar ribuan pendidik yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), baik guru yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta.

“Guru harus terdaftar di dapodik, baik guru swasta, negeri sama saja semua, itu dapat semua kecuali yang PNS. Intinya yang non asn yang terdaftar di dapodik kalau yang tahunan itu,” paparnya, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga:  Heboh Penghapusan Guru Honorer Tahun 2027, Disdikbud Pamekasan Buka Suara

Menurutnya, jumlah penerima insentif guru pada 2025 mencapai lebih dari 5.000 orang. Biasanya, pencairan dilakukan menjelang hari raya, namun tahun ini sempat terlambat. Keterlambatan itu disebabkan sejumlah kendala teknis, terutama kesalahan input nomor rekening oleh sebagian guru. Akibatnya, penyaluran secara nontunai tidak langsung masuk ke rekening penerima dan membutuhkan proses klarifikasi tambahan.

Dia menegaskan, pengajuan insentif Rp600 ribu per tahun tetap diusahakan untuk 2026. Meski anggaran belum dipastikan, pengajuan sudah disampaikan kepada tim anggaran dan badan anggaran.

“Semua tetap diupayakan kembali, termasuk insentif yang Rp600 ribu itu. Pengajuannya sudah kami lakukan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hardiknas 2026, Bupati Pamekasan Targetkan Kembali Raih Predikat Kabupaten Pendidikan

Lebih lanjut, Fadlillah memaparkan bahwa jumlah guru di Pamekasan mencapai sekitar 10.429 orang, dengan sekitar 6.284 di antaranya merupakan guru non ASN. Data tersebut, kata dia, akan terus diperbarui. (rul/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *