KABAR MADURA | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) UIN Madura menggelar Seminar Hasil Penelitian, Jumat-Sabtu (15–16/11/ 2025) di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan.
Dekan Febi UIN Madura Prof. Dr. Zainal Abidin menyampaikan, penelitian merupakan satu dari Tridharma perguruan tinggi yang wajib diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hasil penelitian harus bisa menjadi bahan diskusi dalam perkuliahan dan berdampak bagi kemajuan ekonomi Madura,” paparnya.
Dijelaskan, sejumlah riset dosen dipaparkan untuk memperkuat kontribusi keilmuan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat Madura.
Pada kegiatan tersebut, tim peneliti yang dipimpin Alfian Halid Sofian membeberkan problematika penerapan aplikasi Coretax di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Minim sosialisasi, kendala teknis, serta persepsi negatif pengguna menyebabkan pelaporan pajak belum sepenuhnya beralih ke sistem digital.
Riset kedua dipimpin Riskiyatul Khasanah. Penelitiannya mengungkap bahwa kearifan lokal dan literasi keuangan digital dapat memperkuat inklusi keuangan berbasis syariah di Pamekasan jika dioptimalkan.
Sementara penelitian Ainul Furqon menyoroti eksistensi tradisi Remoh sebagai bentuk solidaritas gotong royong masyarakat Madura yang masih bertahan dan memiliki peran penting dalam membantu kebutuhan ekonomi warga.
Riset wakaf produktif di Kecamatan Galis juga menjadi sorotan. Tim yang dipimpin Ainol Yakin menyebut pengelolaan wakaf perlu diubah dari aset statis menjadi aset pemberdayaan melalui kolaborasi pemerintah, nazhir, dan sektor swasta.
Selain itu, penelitian Zainal Abidin bersama Mahali Andriyanto dan Dafiful Widad menegaskan bahwa pemikiran Ekonomi Islam Nusantara memiliki tawaran solutif bagi kesenjangan ekonomi melalui penguatan UMKM dan koperasi syariah berbasis pesantren.
Di bidang hukum, Umi Supraptiningsih dan Dwi Ayunda Shinta Diyfa menemukan bahwa Indonesia dan Malaysia sama-sama mengedepankan perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Namun, kedua negara memiliki perbedaan pada usia pertanggungjawaban dan sistem peradilan.
Penelitian terakhir yang diulas, dilakukan Wasilatur Rohmaniyah dan Intan Erfinda NS tentang efektivitas Program Kampung Zakat di Pamekasan. Hasilnya menunjukkan program belum optimal memberdayakan mustahik karena kurangnya pendampingan, monitoring, serta lemahnya kolaborasi lembaga pengelola.
Prof. Zainal berharap hasil riset yang dipresentasikan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memperkuat posisi FEBI UIN Madura sebagai kampus yang hadir untuk kepentingan masyarakat Madura. (rul/waw)





