RSUD SMart Pamekasan Hadirkan Layanan Home Care Melalui Inovasi Susi Popmi

Berita, Kesehatan108 views

KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan menghadirkan inovasi layanan bernama Susi Popmi, yakni layanan konsultasi perawatan luka operasi. Program ini dirancang untuk membantu pasien mendapatkan penanganan optimal tanpa harus menjalani perawatan inap berkepanjangan.

Melalui konsep home care, pasien bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga medis terkait penanganan luka, perawatan lanjutan, ataupun teknik menjaga kebersihan area operasi di rumah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemulihan sekaligus mengurangi beban rawat inap.

Plt. Direktur RSUD SMart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan, inovasi itu diharapkan bisa membantu pasien utamanya dengan penyakit kronis seperti diabetes yang notabenenya mengalami proses penyembuhan luka lebih lama. 

Baca Juga:  Diet saat Puasa, Plt. Direktur RSUD Smart Pamekasan Ingatkan Kandungan Kalori saat Buka dan Sahur

“Biasanya di kasus-kasus diabetes, sering ada luka yang penyembuhannya bisa satu bulan sampai dua bulan. Tidak mungkin mereka dirawat selama itu. Jadi melalui konsep itu, pasien bisa pulang lebih cepat dan mendapatkan perawatan home care dengan cara konsultasi,” terangnya, Jumat (12/12/2025).  

Dokter Yayak, sapaan akrabnya, menambahkan, melalui program Susi Popmi tersebut, pasien bisa memperoleh panduan perawatan luka dengan tepat dari tenaga medis yang kompeten. Selain itu, inovasi layanan ini juga mendorong pasien dan keluarga terlibat aktif dalam proses penyembuhan. 

Pihaknya berharap, layanan tersebut bisa mempercepat pemulihan dan menekan resiko infeksi, serta memberikan kenyamanan lebih kepada pasien tanpa harus dirawat inap dalam jangka waktu yang lama di rumah sakit. 

Baca Juga:  Waspadai Penyakit di Musim Pancaroba, RSUD Smart Pamekasan Bagikan Tip Kesehatan

“Melalui inovasi ini, kita memberikan layanan home care, keluarganya kita ajari melalui komunikasi dengan pihak rumah sakit. Kita sudah punya teknologi itu,” tutupnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *